Allah Peduli Dengan Umat-Nya

by samuelyasa


(Yehezkhiel 34:1-31)

Banyak orang-orang yang memiliki karunia yang luar biasa (jenius), seperti Oscar Wilde (Sastra), Nietzsche (filsuf), mereka mengalami kehancuran karena kebodohan mereka. Belum lagi, ada begitu banyak orang yang kurang cerdas dijerumuskan oleh pemimpin yang tidak baik.Tepat sekali, jikalau kita digambarkan sebagai domba, yang bodoh, lemah, rentan, mudah tersesat, dan selalu dalam bahaya, sehingga kita memerlukan gembala yang baik untuk menuntun hidup kita.

Namun dalam bagian ini Yehezkiel bernubuat menentang para gembala Israel, yaitu para pemimpin yang ditetapkan Allah untuk menuntun umatNya, misalnya raja, imam, nabi, para tua-tua masyarakat baik dalam bidang politik maupun keagamaan. Karena keserakahan, korupsi, dan mementingkan diri sendiri, mereka telah lalai menuntun umat Allah sebagaimana dikehendaki oleh-Nya.Mereka tidak memperhatikan umat Tuhan,  dan justru memanfaatkan dan membiarkan domba-domba Allah tersesat (ay 1-6). Karena tidak menemukan ada gembala yang setia pada kawanan dombanya, maka Tuhan marahdanakan menghukum mereka; tetapi Tuhan akan memberikan memberikan gembala lain yang lebih baik, yaitu Ia sendiri yang akan menjadi gembala kita (ay 11-16) akan menghukum mereka; tetapi Tuhan akan memberikan memberikan gembala lain yang lebih baik, yaitu Ia sendiri yang akan menjadi gembala kita.

Sekarang kita hidup dalam jaman dalam situasi dan kondisi ekonomi, politik, sosial  yang sulit. Kita membutuhkan pemimpin yang baik; dalam bidang pemerintahan, rohani maupun bidang-bidang lain. Tetapi ternyata para pemimpin kita lebih memperhatikan kesejahteraan mereka sendiri, dan mengabaikan kesulitan yang dihadapi oleh rakyat banyak. Demikian juga kita menyaksikan adanya hamba Tuhan yang tidak melayani dengan tulus, lebih memperhatikan keuntungan pribadi.
Saat ini jika kita diberi banyak karunia Tuhan, maka semakin besar tanggung jawab kita untuk menjadi berkat bagi orang lain, dan bukan kesempatan untuk memanipulasi orang lain. Karunia diberikan supaya kita dapat menjadi wakil Tuhan untuk memberkati domba-domba Tuhan. Apakah kita berada dalam pemerintahan, politik, ekonomi-bisnis, sosial-budaya, pendidikan, dan sebagainya. Inilah panggilan mandat budaya bagi setiap kita untuk mengelola kehidupan menjadi lebih baik sehingga mendatangkan sejahtera bagi banyak orang. Sudahkah kita melakukan hal ini? Dan