Allah Peduli Dengan Kaum Marginal

by samuelyasa


Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.                                        Matius 8:3

Pada zaman dulu di Israel, ada anggapan bahwa penyakit kusta adalah penyakit kutukan; Tuhan mengutuk penderita penyakit tersebut.Itu sebabnya mereka harus disingkirkan dari tengah masyarakat.Di satu sisi, penyakit itu memang menjijikkan, menular, dan membawa kematian, karena saat itu belum ada obat-obatan seperti sekarang.Namun, tentu tidak benar Tuhan mengutuk.Perintah Tuhan untuk menjauhkan mereka dari masyarakat sesungguhnya adalah demi kebaikan semua orang, termasuk si penderita itu sendiri.

 

Petunjuk rinci mengenai penyakit kusta yang dituliskan dalam Imamat 13, sebenarnya hendak membuktikan bahwa Allah peduli terhadap kehidupan manusia, termasuk penderita kusta.Ada kebiasaan bangsa kafir pada zaman itu, untuk memperlakukan dengan semena-mena setiap orang yang terkena kusta.Tak hanya mengucilkan, tetapi juga memperlakukan mereka layaknya bukan manusia.Dalam konteks seperti inilah Allah memberi peraturan mengenai penyakit kusta.Allah menunjukkan bahwa ada perbedaan antara umat-Nya dengan bangsa kafir. Orang yang berpenyakit kusta dikucilkan bukan hanya agar penyakitnya tak menular ke orang banyak, melainkan juga agar si penderita masuk ke dalam proses penyembuhan dan pemulihan, serta terhindar dari perlakuan semena-mena orang lain.

 

Jadi, apa pun kondisinya, Tuhan tetap peduli terhadap penderitaan manusia itu dan memperlakukan manusia sebagai ciptaan yang mulia. Dalam kondisi sakit sekalipun, penghargaan Allah terhadap manusia tidak berubah.Ini sekaligus menjadi pengajaran bagi kita, bagaimana seharusnya kita memperlakukan sesama manusia; kita harus memperlakukan setiap manusia sebagaimana Allah memperlakukan mereka. Tidak ada seorangpun, bagaimanapun buruknya dia di mata

 

manusia, yang tidak layak mendapat perhatian kita. Maukah kita saat ini memberikan perhatian kita, mengulurkan tangan kita, memberikan hati kita secara khusus kepada orang-orang yang tersisih ini? Allah melakukannya…bagaimana dengan Anda?  Dan