MENUNTUT RELASI

by samuelyasa


Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Yosua 1:7-8

Dalam perenungan-perenungan yang lalu kita telah melihat bersama bagaimana kita harus menyikapi masalah. Semua itu hanya bisa terjadi ketika kita terus memelihara relasi yang intim dengan Tuhan. Ketika akan memimpin bangsa Israel masuk tanah perjanjian, Yosua mengalami kegentaran tingkat tinggi. Dalam keadaan tersebut Tuhan menguatkan sekaligus mengingatkan Yosua untuk terus memelihara firman Tuhan.

Ketika relasi dengan Tuhan terus dipelihara melalui doa dan perenungan firman Tuhan, kita akan makin mengenal Dia dan segala kehendak-Nya serta mendapat kekuatan untuk menghadapi setiap masalah hidup dengan benar. Jika kita tidak memelihara relasi dengan Tuhan, bagaimana mungkin kita bisa sungguh-sungguh mengenal-Nya? Jika kita tidak megenal-Nya bagaimana mungkin kita bisa berserah dan taat kepada Dia?

Tidak jarang tugas yang banyak beserta dengan permasalahan hidup yang ada membuat kita tidak sempat menyediakan waktu untuk berelasi dengan Tuhan, sehingga ketika masalah hidup kita menjadi semakin pelik, kita baru kebingungan dan kewalahan menghadapinya. Dalam keadaan demikian akhirnya kita juga bisa salah dalam mengambil keputusan dan tindakan. Kita bisa melihat segala permasalahan dengan benar sebagaimana Tuhan melihatnya dan kita bisa meresponinya dengan benar hanya ketika hidup kita connect dengan Tuhan dan mau membuka diri terhadap segala rencana-Nya.

 

Doa: Tuhan, ampuni kami kalau selama ini kami tidak sungguh-sungguh membangun relasi dengan Engkau sehingga akhirnya kami salah dalam menyikapi segala permasalahan yang ada. Amin.          -va