BERSANDAR KEPADA TUHAN

by samuelyasa


Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

2 Korintus 1:9

Ketika menghadapi masalah, tentu kita harus berusaha untuk menyelesaikannya. Untuk masalah-masalah yang ringan tentu mudah bagi kita untuk menyelesaikannya, tetapi adakalanya kita menghadapi masalah yang sangat berat dan tidak tahu bagaimana bisa menyelesaikannya.  Banyak orang yang berpikir bahwa dengan uang segala masalah bisa diselesaikan, tetapi ternyata itu tidak menjamin bahkan kadang bisa memperburuk keadaan. Ada juga orang yang berusaha menyelesaikan masalah dengan mengandalkan orang-orang yang dianggap mampu untuk menolong, tetapi bisa jadi orang tersebut tidak dapat memberikan pertolongan seperti yang kita harapkan, bahkan bisa jadi ia mengecewakan kita dan membuat kita sakit hati. Tidak sedikit juga orang yang mengandalkan kuasa-kuasa gelap yang ternyata berujung pada penderitaan.

Sebagai anak-anak Tuhan, Tuhan mau kita selalu bersandar kepada-Nya

dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada. Ketika bersandar kepada-Nya, Ia sanggup menuntun kita dan memberikan hikmat kepada kita bagaimana kita harus bertindak menghadapi masalah tersebut.  Bahkan adakalanya Tuhan bertindak ketika kita sudah tidak bisa melakukan apapun untuk membereskan masalah yang kita hadapi. Ketika bersandar kepada-Nya Ia mau agar kita tidak menganggap diri kita hebat, tetapi taat sepenuh hati kepada Dia. Janda di Sarfat mungkin tidak akan bertahan hidup bersama anaknya jika ia tidak taat kepada apa yang Elia perintahkan karena apa yang Elia perintahkan di luar akal sehat manusia (1 Raja-raja 17:7-16). Bersandarlah kepada Tuhan karena Dia adalah Tuhan yang mengerti yang terbaik bagi diri kita.                                                                                                             -va

 

Rohku tenang, Tuhan besertaku; salib susah sabar kumemikul

Kubersandar kar’na Ia pimpinku; hanyalah Dia yang sungguh setia

Rohku tenang, Ia sobatku yang baik; Jalan berduri pun kulewati