Penderitaan: Wahana Efektif Anugerah Allah

by samuelyasa


Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.”                                   2 Korintus12:9,10

 

Paul Tournier-seorang dokter, konselor, dan penulis berkebangsaan Swiss-dalam bukunya Creative Suffering, mengungkapkan tentang hasil survei nya dalam artikel “Orphans Lead the World” atau “Para Yatim Piatu (yang) Memimpin Dunia”. Setelah dilakukan survei atas 300-an tokoh, yang dinilai mempunyai dampak besar dalam perjalanan sejarah dunia, maka ditemukan adanya persamaan yang sangat menarik di antara tokoh-tokoh itu.Yaitu, bahwa semua mereka telah dibesarkan sebagai yatim piatu.Baik secara aktual atau pun secara emosional.Maksudnya, mempunyai pengalaman buruk di masa kanak-kanak mereka. Termasuk dalam daftar tersebut, adalah nama-nama besar seperti Alexander Agung, Julius Caesar, Maximilien Francois Marie Isidore de Robespierre, George Washington, Napoleon Bonaparte, Ratu Victoria, Golda Meir, Adolf Hitler, Vladimir Ilyich Lenin, Jozef Stalin, dan Fidel Castro.Sedangkan Tournier sendiri adalah seorang yatim piatu. Bahkan setelah kematian istrinya, ia berkata, ia kembali merasa sebagai yatim piatu lagi di usia tuanya. Tapi kali ini, pengalaman duka tersebut telah membawa perubahan besar baik dalam kepribadian, sikap, maupun pandangan hidupnya.Perubahan yang positif. Sebelumnya ia menilai setiap keberhasilan adalah baik sedangkan kegagalan dan segala bentuk penderitaan adalah buruk.Adalah reaksi yang normal dan wajar, bila orang menerima kesakitannya dengan rintihan, kegetiran, bahkan kegeraman. Karena itu, bila respon dan reaksi orang justru sebaliknya, tentu kita bertanya-tanya kepingin tahu. Apa sebabnya? Apa rahasianya?Sebabnya adalah, karena ketergantungan kepada Tuhan, kerendahan hati, kesederhanaan, kerjasama, ketidak-tergantungan kepada kemuliaan dunia, adalah unsur-unsur mutlak bagi spiritualitas.Dan kualitas ini tidak bisa dijumpai oleh orang-orang yang belum pernah merasakan penderitaan.Paulus telah mengajarkan pada kita bahwakesakitan dan penderitaan adalah wahana yang efektif bagi anugerah Allah.semakin kita bergantung kepada-Nya, semakin kuat Ia akan mendekap kita.(ant)

 

Doa: Tuhan mampukanku melihat anugerahMu ditiap penderitaanku.