Mengalami Penderitaan Bukanlah Berarti Kurang Iman

by samuelyasa


“Setiap orang yang mau hidup beribadah dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya”                                                         2 Timotius 3:12

 

Akhir-akhir ini, dari mimbar-mimbar gereja maupun dari layar kaca, dengan gencar diperkenalkan suatu kepercayaan, seolah-olah kesembuhan pasti akan terjadi pada setiap orang, asal saja mereka mau meng”klaim” itu dari Allah.Dan ketika kita mempertanyakan tentang mujizat kesembuhan maka lantas bermaksud meragukan adanya mujizat penyembuhan.Tentunya setiap kita mempercayaidan mengharapkan mujizat kesembuhan atas penyakit! Yang penting untuk diperhatikan disini adalah kita perlu menolak dengan tegas keyakinan bahwa ini bisa berlaku setiap waktu bagi setiap orang percaya.Apakah pernah berpikir tentang dampak dari penekanan yang berlebih-lebihan kepada mujizat penyembuhan, terhadap mereka – yang jumlahnya pasti jauh lebih besar – yang rindu tapi tidak mengalaminya?Apa yang tengah berkecamuk di dalam hati seorang yang lumpuh dari kursi rodanya, ketika melihat rekan yang senasib dengannya melompat-lompat kegirangan, sambil berteriak “Aku sembuh!” Tidakkah ia akan sangat kesepian, merasa ditinggalkan? Dan dengan frustrasi mencari jawab, apa yang salah dengan imanku?David Watson adalah seorang pendeta dan penulis serta tokoh terkemuka gerakan Kharismatik dari Inggris. Ketika ia diberitahu bahwa ia menderita kanker usus, ia mengumpulkan teman-temannya dan membentuk kelompok doa. Mereka berdoa dengan keyakinan penuh, bahwa Watson akan mengalami mujizat penyembuhan.Tapi ternyata ia tidak sembuh juga. Apakah kemudian kita berhak mengklaim bahwa mereka termasuk Watson adalah orang yang kurang beriman.Dan bila demikian maka boleh dikatakan bahwa mereka tentunya ada dalam dosa.Tentunya memang tidak demikian.Kita harus menghormati dan mengasihi mereka yang dalam sakitnya tetap berada dekat Tuhan.Satu bulan terakhir dari hidupnya, Watson pakai untuk menulis sebuah buku, yang diberinya judul Fear No Evil. “Tidak Gentar Menghadapi yang Jahat” di situ ia bersaksi, bahwa yang ia butuhkan dalam penderitaan adalah iman dalam penderitaan bersama Yesus.(ant).

DOA: Bapa terima kasih untuk jalan penderitaan dalam Iman yang Kau bri.