PENDERITAAN MEMURNIKAN IMAN

by samuelyasa


Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.                                                                       1 Petrus 1:7-8

Iman sejati harus diuji dan iman sejati harus lulus dari ujian, seperti emas semakin dibakar makin nampak kemurniannya demikian juga seharusnya iman. Orang Kristen bukan hasil reparasi tetapi orang Kristen adalah ciptaan baru di dalam Kristus maka seluruh pola pikirnya, tatanan dan kepercayaannya haruslah berubah dan hal ini tidaklah mudah karena itu iman perlu diuji. Orang yang takut imannya diuji membuktikan kalau ia tidak beriman, imannya rapuh. Ujian iman itu bukanlah untuk menjatuhkan dan membawa kita ke dalam dosa, tidak, ujian justru tempat untuk memurnikan dan mendewasakan iman.

Penderitaan adalah tanda dimana seorang percaya akan diuji sampai dia bisa bertahan. Sebuah pengujian yang terjadi seumur hidup. Semua pahlawan iman dalam Ibrani 11 telah mengalami suatu proses penderitaan yang tahan uji. Mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan di dalam dunia ini, tetapi mereka adalah saksi bahwa iman mereka hidup dan diteruskan kepada kita semua hingga saat ini, sehingga kita dapat melihat bahwa Tuhan memurnikan iman mereka untuk semakin mengerti kehendak-Nya.

Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya, apabila ia jatuh tidak sampai tergeletak sebab Tuhan menopang (Mzm 37:23-24). Iman sejati haruslah mempunyai daya tahan sehingga ketika kita berada dalam menghadapi kesulitan, kita tetap mempunyai keberanian untuk berkata: “tidak” seperti teladan Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Sadrakh, Mesakh, Abednego percaya bahwa Allah yang mereka sembah dapat melepaskannya dari dapur api tapi seandainyapun  tidak, mereka tidak akan meninggalkan Allah.

Dunia semakin hari semakin rusak dan kacau, maka tugas setiap anak Tuhan untuk membawa orang pada iman kebenaran sejati dengan demikian orang mempunyai dasar iman yang teguh, tidak mudah diombang-ambingkan oleh tekanan arus dunia dan itu menjadi kekuatan dan penghiburan bahwa Tuhan senantiasa memelihara hidup kita. SW