BESAR SETIA-MU

by samuelyasa


Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.                                               Ratapan 3:22-25

 

LAI memberikan judul “Penghiburan dalam penderitaanuntuk kitab Ratapan pasal 3 diberikan judul.Ditengah penderitaan, penulis kitab Ratapan mengarahkan perhatiannya pada hal yang tepat. Ia tidak berfokus pada keadaan dan situasi, tetapi pada kasih setia Tuhan. Ia memperhatikan pagi demi pagi berganti, dan tahu bahwa itu dimungkinkan karena pemeliharaan Tuhan yang setia. Ia sadar bahwa yang terpenting bagi jiwanya adalah Tuhan, bukan hal yang lain. Didalam penderitaan dan tekanan hidup, ia percaya akan kebaikan Tuhan. Itulah sukacita dan pengharapannya. Sekalipun tampaknya Tuhan tidak segera menyelesaikan masalah namun ia yakin Tuhan tahu waktu yang terbaik untuk segala sesuatu, jadi ia pun menanti.

 

Dalam hari-hari yang kita lalui, hal apa saja yang merampas perhatian kita, adakah kita melihat kepada besarnya kesetiaan Tuhan dalam memimpin orang yang juga setia kepadaNya? Atau perhatian kita lebih tertuju kepada masalah-masalah? Tekanan hidup? Biarlah kita menyadari bahwa Tuhan begitu memperhatikan kita, lihatlah bagaimana Ia mencukupkan kebutuhan sehari-hari kita, bahkan ketika terkadang kita lupa memohonnya.

 

Perhatikanlah pertumbuhan karakter yang dimunculkannya dalam diri kita melalui berbagai situasi sulit. Dan lihatlah kasih setia-Nya yang baru setiap hari dan pertolongan-Nya yang tepat waktu.

 

Tuhan akan memberikan kita sebuah pengertian dibalik semua penderitaan yang kita alami. Karena Tuhan mengerti bahwa penderitaan akan membuat kita berharap hanya kepada Dia. Imanuel.

SW