PENDERITAAN MANUSIA

by samuelyasa


Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.        Mazmur  90:10

 

Manusia Habis Lenyap oleh Murka Allah. Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu. Di sini pemazmur menjelaskan alasan dari hidup manusia yang fana serta penderitaannya. Melalui sejarah dan pengalaman pribadi, pemazmur menyadari bahwa cahaya wajah Allah seperti matahari, menyelidiki kehidupan manusia yang terdalam. Dibandingkan dengan sifat Allah yang tidak mengenal waktu, rentang hidup tujuh puluh atau delapan puluh tahun kelihatannya sungguh pendek. Lagi pula, tahun-tahun itu diisi oleh kesedihan dan penderitaan. Dari pandangan hidup pesimis ini muncul pengajaran dan hikmat untuk menolong manusia mengerti arti hidup sebenarnya.

 

Jika kita tahu persis bahwa hidup kita di dunia ini kurang lebih 70 tahun atau 80 tahun, perbuatan apakah yang akan kita lakukan?  Jika hidup kita berakhir, hidup kita hanya menjadi sebuah cerita… lantas cerita apa yang kita buat? Apakah kisah hidup kita berisi perbuatan-perbuatan yang memuliakan Allah. Bagaimana seharusnya kita menguasai waktu-waktu yang terus berlalu, tanpa kita harus menyesali semua yang terjadi dikemudian… kesempatan-kesempatan seperti apa yang kita jalani dalam waktu yang kita miliki? Atau kita lebih berfokus kepada masalah-masalah yang terjadi dalam kehidupan kita? Atau, mungkin kita akhirnya menjadi orang yang kompromi dengan dosa-dosa dan tidak peduli lagi kepada Firman Tuhan. kita menyadari singkatnya hidup kita di sunia ini, biarlah kita senantiasa waspada akan segala hal yang membuat kita jauh dari Tuhan.

 

Penderitaan dalam kehidupan kita seharusnya tidak menghalangi kita untuk senantiasa berkarya bagi Tuhan, tetapi menjadi pengalaman yang indah bersama Tuhan dalam kehidupan ini.                    SW

Iklan