MANUSIA & KETIDAK SANGGUPANNYA

by samuelyasa


10:12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! 13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.                                                         (1 Korintus)

 

Sampai hari ini boleh dikatakan dunia mengenal Mohammad Ali, sebagai petinju dunia yang memiliki prestasi bertinju yang hebat di kelas berat tinju profesional. Ada sebuah tayangan televisi yang berisi berbagai komentar mantan-2 petinju lawan tandingnya tentang Ali. Tidak ada yang tidak memberikan rasa kagum dan hormat, termasuk orang-2 dekat Ali.

 

Bagaimana hebatnya Ali bukan berarti ia tak terkalahkan. Ada beberapa petinju yang berhasil mempecundangi dan merebut gelar darinya. Si juara tinju ini harus menerima kekalahan di ring tinju. Yang nyata, ia juga telah dikanvaskan dalam ring kehidupan tatkala dimakan penyakit dan dilahap usia. Si mulut besar ini harus mengakui kekalahannya, dan tertatih-2 (secara harafiah) menjalani hidupnya sampai ia mengakhirinya.

 

Manusia boleh menyangka ia kuat. Sangkaan itu bisa benar dan bisa salah. Tetapi bagaimanapun juga sebuah sangkaan bukanlah sebuah realita yg langsung diketahui, karena bila telah diketahui maka hal itu bukan sangkaan, tetapi realita/kenyataan. Kita boleh menyangka diri kita kuat, namun kita harus menerima sebuah realita bahwa manusia itu itu terbatas dan ada batasnya. Ada batas kemampuan dan kesanggupannya, itu berarti manusia harus menghadapi sesuatu di luar batasnya, yakni ketidak sanggupan dan ketidak mampuannya.

 

            Sebuah babakan baru yang menarik ketika manusia memahami keterbatasan dan ketidaksanggupannya, sementara manusia masih menginginkan kesanggupannya. Jalan keluarnya, ia DISANGGUPKAN. Pertanyaannya, siapa yg menyanggupkannya?                                         jp