MANUSIA & KESANGGUPANNYA

by samuelyasa


1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

11:6 dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.                                                             (Kejadian)

Dunia mencatat orang-orang yang luar biasa dan mereka mengukir sejarah.  Ada Aleksander Agung, Napoleon Bonaparte, Hitler dg NAZI-nya dan rentetan nama raja dan kaisar, yang sebagian dicatatkan pula dalam Alkitab; yakni orang-2 yang haus dengan kekuasaan dan ambisi penaklukan yang harus dipuaskan. Sesungguhnya spirit kekuasaan dan penaklukan tersebut merupakan potensi sekaligus mandat yang Allah berikan kepada manusia. Hanya saja, karena dosa maka spirit ini bersifat destruktif dan menyimpang dari kehendak Allah.

Namun singkat kata, boleh kita sebut bahwa manusia yang diciptakan Tuhan ini sebagai satu ras yang sangat luar biasa.  Memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya dan kemampuan beradaptasi yang sangat hebat sekaligus mempelajari segala sesuatunya guna mengembangkan peradabannya.  Apa yang mustahil di satu jaman menjadi hal yang nyata dan dihidupi dalam jaman berikutnya. TIDAK MUNGKIN menjadi perkataan yang dihindari karena dianggapnya segala sesuatu itu mungkin untuk dilakukan. Segala sesuatu seolah-olah ada ilmunya dan ada caranya. Manusia bertendensi mencari solusi. Hebat!

Pertanyaan yang bisa diajukan untuk menelaah lebih jauh tentang imbas dari kemampuan/kesanggupan manusia seperti ini antara lain:

  1. a.     Budaya terus dikembangkan dan segala sesuatu yg terkait dengan manusia seolah-2 tak terbendung lagi. Apa dampak positifnya?

Mungkinkah Tuhan terabaikan, bahkan tidak terlalu dibutuhkan, atau mungkin hanya sebagai “cadangan“ bila diperlukan?      jp