YESUS MASIH SANGGUP

by samuelyasa


11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”                 (Matius)

 

Ayat-2 di atas adalah panggilan Yesus bagi mereka yang merasakan letih lelahnya menghadapi kehidupan dan membutuhkan topangan dan kekuatan untuk menanggungnya. Tentu saja bagi mereka yang sedang terbeban berat dan dalam kesesakan dapat menyambut panggilan ini sebagai jalan keluar yang memberikan kelegaan.

 

Masalahnya, apakah setiap orang Kristen dapat meresponi panggilan tersebut dengan tepat? Dalam arti akan datang kepada Tuhan dan menyerahkan pergumulannya kepada Yesus dan dengan segenap hati percaya kepada-Nya? Tentu saja tidak menempatkan Yesus sekedar sebagai problem solver tetapi harus meletakkan-Nya sebagai Tuhan (Tuan) atas kehidupan dan senantiasa bergantung kepada-Nya.

 

Fakta yang kita hadapi sering kali dijumpai pertanyaan-2 sumbang yang mempermasalahkan mengapa ada orang kristen yang masih datang ke dukun untuk mencari solusi atas pergumulannya? Mengapa ada orang kristen yang lebih mempercayai perkataan-2 “orang pinter“ ketimbang mempercayai ucapan-2 Yesus di dalam Alkitab? Fenomena apa ini yang sedang terjadi? Apakah mereka membutuhkan jawaban instan dalam kemendesakan pergumulan? Atau sebagi sebuah bukti dangkalnya iman yang dimiliki? Atau sesungguhnya mereka menganggap bahwa Yesus yang mereka sembah selama ini sebagai Allah yang mandul, Allah yang invalid, Tuhan yang tidak lagi berkuasa, Yesus yang tidak sanggup menyelesaikan berbagai pergumulan dalam dunia ini?

Perenungan  Sesungguhnya selama ini anda menempatkan Yesus sebagai apa/siapa di dalam hidupmu? Apakah sebagai Allah yg hidup yg memperhatikan dan sanggup menolongmu? Atau sebagai “pajangan agama“ yang harus ada & tidak boleh ditiadakan?                       jp