ROH KUDUS VS ROH SETAN(PEPERANGAN ROHANI)

by samuelyasa


(Efesus 6:10-20)

Setelah mengingatkan pentingnya orang percaya untuk tetap kuat guna menghadapi peperangan melawan kuasa setan, Paulus melanjutkan pernyataannya dengan memberikan beberapa kiat atau strategi yang akan menolong kita menggempur kekuatan roh jahat. Dalam kaitan dengan hal ini Paulus menyebutkan bahwa kita harus menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah (ay 11). Senjata Allah yang diajarkan oleh Paulus dilambangkan dengan per¬lengkapan tentara Romawi. (1) Ikat pinggang kebenaran / truth. Kebenaran di sini artinya adalah kebenaran pikiran / hati (bdk. Maz 51:8). Jadi, orang percaya harus punya pikiran yang benar, harus jujur, tulus, tidak munafik, dsb. (2) Baju zirah keadilan (‘righteousness’ = kebenaran). Kebenaran di sini adalah kehidupan yang benar. Jikalau kebenaran dalam point pertama. tadi adalah kebenaran dalam hati / pikiran, maka sekarang adalah kebenaran dalam kehidupan (bdk. Ro 13:12). (3) Kasut kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera. Terjemahan hurufiahnya ‘with readiness of the gospel of peace’. Artinya ada kesiapan untuk memberitakan Injil / setiap saat siap sedia untuk memberitakan Injil. (4) Perisai = iman. Iman di sini maksudnya adalah kepercayaan terhadap janji-janji Tuhan / Firman Tuhan. Setan sering memberikan tuduhan-tuduhan palsu dan rasa bersalah yang palsu. Karena itu kita harus beriman pada Firman Tuhan. Ayat-ayat seperti Ro 8:28 1Kor 10:13 Fil 4:13 memberikan kita keyakinan dan meneguhkan iman kita senantiasa. (5) Ketopong keselamatan, yang berarti: keyakinan keselamatan. bdk. 1Tes 5:8 – ‘pengharapan keselamatan’. (6) Pedang Roh = Firman Tuhan. Pedang adalah satu-satunya senjata yang bisa kita pakai untuk bertahan atau untuk menyerang. Firman Tuhan memang bisa digunakan untuk bertahan (Mat 4:1-11), tetapi Firman Tuhan juga bisa digunakan untuk menyerang, misalnya: memberitakan Injil, mengajarkan Firman Tuhan, dsb. Firman Tuhan ini penting, karena tanpa Firman Tuhan, maka kita tidak akan bisa memiliki senjata-senjata no. 1-5 di atas.Selain itu Paulus juga menekankan pentingnya bertekun di dalam doa sebagai bentuk kebersandaran kita kepada Tuhan. Dalam ay 18-20 ada beberapa hal yang dikatakan tentang doa, antara lain (1) Doa setiap waktu, tak putus-putusnya (ay 18). (2) Doa di dalam Roh. Ini bukan doa di dalam bahasa roh / lidah, melainkan adalah doa yang dipimpin oleh Roh (bdk. Ro 8:26).
Doa bukan sekedar kata-kata belaka melainkan memberikan kita kekuatan untuk dapat menghadapi peperangan ini. Karena itu—sekali lagi—gunakan seluruh perlengkapan senjata Allah, dan berdoalah. Dan