ROH KUDUS VS ROH SETAN (PEPERANGAN ROHANI)

by samuelyasa


(Efesus 6:10-20)

Tidak dapat dipungkuri bahwa roh jahat itu sebuah realitas yang ada disekitar kita, roh itu jugalah yang berusaha menjauhkan kita dari persekutuan dengan Allah. Ketika dia berhasil menjauhkan kita dari Allah, maka saat itu juga dia akan dengan leluasa menghancurkan hidup kita, termasuk di dalamnya semua berkat-berkat Allah yang sudah kita miliki maupun yang akan kita miliki. Dalam Alkitab, realitas kuasa atau roh jahat juga diakui. Hal ini kita jumpai dalam Efesus 6: 10-20. Bagian Alkitab ini, relevan dengan kehidupan kita disegala zaman, termasuk kita yang hidup diakhir zaman ini.

Menurut ayat 12, peperangan orang percaya bukan melawan darah dan daging tetapi melawan : Pemerintah-pemerintah, Penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu, melawan roh-roh jahat di udara. Dari identifikasi ini dapat kita simpulkan bahwa kekuatan roh jahat tidak bisa kita abaikan, tetapi bukan berarti kita harus takut dan takluk kepadanya. Ayat 10 yang berbunyi “Akhirnya, hendaklah kamu kuat didalam Tuhan, didalam kekuatan kuasa-Nya”. Perhatikan baik-baik ayat ini karena di dalamnya ada sebuah kebenaran yang perlu kita renungan bersama bahwa : Tuhan menghendaki agar kita menjadi pribadi yang kuat didalam Dia. Mengapa demikian? Ada beberapa alasan : Pertama, karena hanya orang yang kuatlah yang mampu mengangkat beban yang berat. Kedua, hanya orang kuat yang dapat memenangkan peperangan. Ketiga, orang kuat adalah pribadi yang tahu strategi bagaimana menerobos dan meraih berkat Tuhan. Hal ini juga terlihat dari bahasa Yunaninya. Kata bahasa Yunani yang diterjemahkan ‘hendaklah kamu kuat’ memiliki makna sebuah perintah yang harus dilakukan terus-menerus. Disamping itu, kata ini adalah bentuk pasif, sehingga terjemahan hurufiah dalam bahasa Inggris adalah ‘be ye empowered’. Jadi, sekalipun kita diperintahkan untuk menjadi kuat, kita tidak bisa menguatkan diri sendiri. Kita harus dikuatkan oleh Tuhan.

Saudaraku, mari saat ini kita menyadari bahwa kita hidup di dalam sebuah peperangan besar melawan kuasa kegelapan, sehingga sengan demikian kita tetap menjaga diri kita untuk tetap kuat di dalam Tuhan. Bukan hidup yang santai dan akhirnya terlena dengan kenyamanan yang akan menyebabkan kita menjadi lemah dan mudah untuk diserang, tapi tetap kuat dan berjaga-jaga. Menerobos semua kekuatan musuh bersama Tuhan, karena Dia sendiri yang akan meninjak-injak musuh-musuh kita (Mazmur 108: 14). Dan