ROH KUDUS VS ROH SETAN (PEPERANGAN ROHANI)

by samuelyasa


Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. (Roma 8:2)

Sekalipun orang Kristen telah dibebaskan dari kutuk dosa dan telah menerima anugerah iman dan kehadiran Roh Kudus dalam hidupnya, namun bukan berarti orang Kristen telah bebas sepenuhnya dari masalah dosa dan perbuatan dosa. Oleh karena setelah orang percaya diselamatkan dan ditebus dari kematian kekal ia masih hidup dalam natur yang masih cenderung untuk berbuat dosa karena hidup dalam daging dan dalam dunia yang berdosa dan penuh dengan dosa.

Alkitab menegaskan bahwa setiap orang Kristen akan menghadapi peperangan rohani dan pergumulam melawan dosa (Gal 5:16-17; Kol 3:3-5). Di dalam diri orang Kristen masih ada peperangan antara kerohanian dan kedagingan, pergumulan antara manusia baru dan manusia lama, dan peperangan ini menjadi peperangan yang sulit dan serius dalam setiap diri orang Kristen. Apa yang diungkapkan Paulus dalam Roma 7, merupakan penegasan dan pengajaran bahwa hal itu akan menjadi gambaran dari pengalaman iman yang akan terjadi dalam setiap diri orang percaya yang hidup dalam Kristus. Dalam hal ini juga Paulus menegaskan bahwa orang percaya tidak dapat menjalani pertempuran ini dan memenangkan peperangan ini atas kekuatannya sendiri. Hanya dalam iman kepada Kristus dan dengan kehadiran serta pimpinan Roh Kudus saja orang-orang percaya dimampukan untuk memenangkan peperangan itu (Rm 8:1-2; 8-15). Dalam kitab Galatia, Paulus mengajarkan untuk mematikan segala keinginan-keinginan dosa dengan kekuatan Roh Kudus (Gal 5:16).

Secara prinsip dan status kekristenan semua orang Kristen adalah sempurna, namun berkaitan dengan natur keberdosaannya, orang Kristen sangat tidak sempurna di dunia ini sampai ia mati. Namun juga tidak berarti orang Kristen tidak memiliki kekuatan untuk dapat hidup dalam kebenaran dan tuntutan Allah. Allah juga tidak membiarkan orang percaya bergumul dan berperang sendiri menghadapi dosa-dosanya, Allah telah memberikan Roh-Nya untuk berada di dalam diri umat-Nya, justru seringkali orang Kristen yang tidak menyadari dan tidak mengandalkan kehadiran Roh Kudus dalam peperangan rohani yang dihadapinya. Marilah kita menghadapi pergumulan hidup melawan penguasa-penguasa di udara dan dalam menghadapi keinginan-keinginan dosa dengan mengandalkan kehadiran dan kekuaatan Roh Kudus yang senantiasa hadir dan menyertai kita selama-lamanya. Dan