ROH KUDUS VS ROH SETAN (PEPERANGAN ROHANI)

by samuelyasa


Lalu kata Yesus kepada mereka: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit” (Lukas 10:17-18)

Pada tahun-tahun terakhir ini, peperangan rohani menjadi pokok bahasan yang makin populer di kalangan gereja-gereja. Tetapi tidak sedikit pula pengajaran berkenaan dengan hal ini yang bertentangan dengan Alkitab sehingga, banyak pelayan di seluruh dunia mengajarkan dan mempraktekkan peperangan rohani yang tak pernah Alkitab sebutkan. Tentu saja ada peperangan rohani yang Alkitabiah, dan harus dipraktekkan dan diajarkan oleh setiap pelayan pemuridan.

Sebelum masuk lebih jauh, mari kita mengingat bahwa tidak ada satupunyang dapat melawan kuasa Allah. Yeremia menegaskan bahwa tak ada hal yang terlalu sulit bagi-Nya (lih. Yeremia 32:17). Tak seorangpun atau kekuatan apapun dapat menghentikanNya dalam memenuhi rencana-rencanaNya (lih. 2 Tawarikh 20:6; Ayub 41:10; 42:2). Melalui Yeremia Allah bertanya, “Sebab siapakah yang seperti Aku? … Siapakah gerangan gembala yang tahan menghadapi Aku?” (Yeremia 50:44). Jawabannya adalah tak seorangpun, Setanpun tidak. Yesus pernah berkata tentang kejatuhan Setan dari sorga: “Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit” (Lukas 10:17-18). Ketika Allah maha-kuasa memerintahkan pengusiran Setan dari sorga, Setan tak sanggup melawan. Yesus memilih metafora seperti kilat untuk menggambarkan kecepatan jatuhnya Setan. Ia jatuh bukan seperti tetesan, tetapi seperti kilat. Jika Allah benar-benar maha-kuasa seperti penegasan ayat-ayat Alkitab di atas, dan Allah dapat mengusir Setan dengan cepat dan mudah, tidaklah mengejutkan bahwa hamba-hamba-Nya yang ditugaskan juga dapat mengusir roh-roh jahat.

Tidak dipungkiri bahwa setanpun juga memiliki kuasa, namun kuasa setan tidak ada bandingannya dengan kuasa Allah yang maha-kuasa. Mari kita senantiasa meyakini kebenaran ini, bahwa kuasa Allah sangat jauh lebih besar, sehingga kita dapat menghadapi peperangan rohani kita dengan hati yang benar. Bukan dengan ‘menghormati’ kuasa setan—yang seringkali secara tidak disadari muncul ketika ada ketakutan, kegentaran dan eksplorasi berlebihan terhadap kuasa setan—namun dengan suatu keyakinan dan kepercayaan bahwa kuasa Allah jauh lebih besar daripada kuasa setan. Setan bukan tandingan Allah. Dan

Iklan