TIDAK PATUT BERMEGAH

by samuelyasa


4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 5Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. 7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama. (1 Kor. 12:4-7)

Ada banyak jenis karunia yang Tuhan berikan bagi orang-orang percaya. Tentunya tiap orang memiliki karunia yang berbeda-beda, mungkin satu, mungkin dua, mungkin lebih dari itu, tapi yang jelas tidak ada seorang pun yang memiliki seluruh karunia rohani. Mengapa demikian? Karena Tuhan mau kita saling bersinergi, saling berkerjasama untuk saling melengkapi demi pembangunan tubuh Kristus.
Amat disayangkan yang terjadi di dalam tubuh Kristus justru bukan saling melengkapi. Kerap kali orang percaya justru mempermasalahkan karunia rohani yang dimiliki, entahkah dalam bentuk ketidakpuasan atas karunia rohani yang dimiliki (karena membandingkan karunia yang dimiliki dengan karunia rohani orang percaya lainnya) ataupun dalam bentuk meributkan manakah karunia rohani yang lebih utama dan lebih penting di antara karunia-karunia lainnya.
Hal ini juga terjadi di antara jemaat Korintus. Bukannya saling melengkapi, mereka malah menyombongkan diri, mementingkan diri sendiri, mereka juga cemburu dan iri hati pada karunia rohani yang dimiliki orang percaya lainnya. Banyak dari mereka yang suka menonjolkan diri dan membanding-bandingkan diri mereka dengan anggota-anggota yang lain untuk menunjukkan karunia-karunia mereka, terutama karunia-karunia yang lebih menarik perhatian dan menyolok mata.
Menyikapi kondisi demikian, Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa sekalipun karunia rohani yang mereka miliki berbeda-beda, namun semuanya berasal dari Roh yang sama, Tuhan yang sama. Allah yang berkarya dalam diri orang-orang percaya sehingga mereka dapat memiliki karunia-karunia tersebut. Tidak ada upaya apapun yang dilakukan untuk memiliki karunia tersebut, itu adalah pemberian Allah. Itu artinya memang tidaklah patut dan layak orang percaya bermegah atas karunia yang diterimanya. Paulus juga mengingatkan bahwa apa yang harus dilakukan orang percaya bukanlah bermegah atas karunia tersebut, membanding-bandingkan, atau merasa iri hati, melainkan menggunakannya untuk pembangunan tubuh Kristus.
Adakah kita merasa tidak puas atau sombong terhadap karunia yang dimiliki? Atau adakah kita merasa iri dengan karunia orang lain? Sudahkah kita memakai karunia kita untuk kepentingan tubuh Kristus? Nix’z