SETIA DAN DITAMBAHKAN

by samuelyasa


20Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.21Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu… 28Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 29Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (Mat. 25:14-30)

Di dalam sebuah perusahaan, pegawai yang mendapatkan promosi jabatan tentulah adalah seorang pegawai yang telah didapati setia dan bertanggungjawab. Karena kesetiaannya, tanggung jawabnya, dan kemampuannya menyelesaikan setiap pekerjaan yang dipercayakan kepadanya, maka atasannya berani memberikan kepercayaan yang lebih kepadanya. Hal yang sama juga berlaku di dalam karunia rohani. Tuhan mempercayakan kita karunia rohani. Ia melihat kemampuan kita. Ini bukan berarti Tuhan pilih kasih, namun mata-Nya melihat jauh lebih luas daripada kita. Tapi bukan berarti yang mendapatkan karunia rohani lebih sedikit tidak bisa mendapatkan karunia rohani lagi. Tuhan bisa menambahkan lagi kepadanya, namun Tuhan tidak sembarang menambahkan. Tuhan menuntut adanya kesetiaan dan tanggungjawab dari hamba-Nya seperti yang digambarkan di dalam perumpamaan talenta ini. Sebagaimana Yusuf yang setia di dalam pekerjaannya sebagai seorang budak, sebagai seorang tawanan yang diberikan tugas, pada akhirnya Tuhan memberikan kepada dia karunia, hikmat, dan kesempatan untuk menjadi pemimpin sebuah bangsa.
Saya diberi kesempatan untuk melayani dengan begitu banyak orang. Dari pengalaman itu saya melihat, orang yang setia di dalam pelayanannya yang sekalipun nampak sederhana dan tidak membutuhkan ketrampilan khusus, pada akhirnya Tuhan menambahkan karunia-karunia kepadanya, juga kesempatan-kesempatan untuk melayani lebih lagi sehingga dampak dari pelayannya semakin bisa dirasakan oleh banyak orang. Saya juga melihat orang yang tidak menggunakan karunianya dengan baik dan setia, pada akhirnya justru akan kehilangan kesempatan untuk berbagian di dalam pelayanan tubuh Kristus. Bagaimana dengan diri kita? Adakah kita sudah setia dalam menggunakan karunia yang Tuhan berikan? Nix’z