PAKAILAH SESUAI DENGAN MAKSUD-NYA

by samuelyasa


“Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.”

(1 Kor. 14:12)
“Ialah yang “memberi pemberian-pemberian kepada manusia”; sebagian diangkat-Nya menjadi rasul, yang lain menjadi nabi; yang lain lagi menjadi pemberita Kabar Baik itu, dan yang lain pula diangkat-Nya menjadi guru-guru dan pemelihara jemaat. Ini dilakukan-Nya supaya umat Allah dilengkapi sepenuhnya agar dapat melayani Tuhan dan membangun tubuh Kristus.” (BIS – Ef. 4:11-12)

Pernahkah Anda memberikan sebuah hadiah kepada seorang rekan dengan harapan hadiah tersebut dapat meringankan pekerjaannya? Anda berharap pemberian tersebut dapat digunakan olehnya dengan baik, sehingga rekan Anda menjadi lebih produktif dan hasil kerjanya pun semakin berkualitas. Tapi bagaimana perasaan Anda jika ternyata rekan tersebut tidak menggunakan hadiah tersebut sebagaimana yang Anda harapkan dan maksudkan? Tentu Anda akan merasa amat kecewa bukan?

Kemarin saya mengajak kita untuk menyadari bahwa karunia rohani adalah anugerah Allah yang patut kita syukuri. Di hari ini, saya ingin mengajak kita untuk mensyukuri karunia yang Allah berikan dengan cara menggunakan karunia tersebut sebagaimana yang Allah maksudkan. Allah memberikan karunia kepada setiap orang percaya dengan tujuan tertentu. Tujuan tersebut mencakup visi Allah bagi tubuh Kristus, bukan sekedar untuk kepentingan pribadi orang percaya. Setiap orang percaya memang diperlengkapi oleh karunia rohani untuk melayani Tuhan. Memang karunia rohani itu juga memang bisa memberikan manfaat bagi diri sendiri. Namun melalui ayat-ayat di atas kita dapat melihat bahwa Allah memberikan karunia secara berbeda kepada orang percaya supaya di dalam perbedaan itu orang percaya bisa saling melengkapi untuk membangun tubuh Kristus.

Kita harus menyadari bahwa di dalam natur keberdosaan manusia, kita cenderung untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Kita mungkin memperoleh karunia rohani namun kita menggunakannya sebatas untuk kepentingan diri. Mungkin kelihatannya kita menggunakannya untuk melayani Tuhan, tapi bisa jadi sesungguhnya kita memakainya untuk memperoleh pujian bagi diri sendiri, sebagai kebanggaan bagi diri sendiri. Oleh karena itu, mari kita tetap berfokus pada Tuhan dan mengingat bahwa kita hanyalah alat yang diperlengkapi, yang dipercayakan untuk ambil bagian di dalam mencapai tujuan-Nya bagi tubuh Kristus untuk kemuliaan-Nya. Amin. Nix’z