HANYA KARENA PEMBERIAN

by samuelyasa


“Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.” (1 Kor. 12:11)

Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, serta berkata: “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.” Tetapi Petrus berkata kepadanya: “Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. (Kis. 8:18-20)

Darimanakah asalnya karunia roh? Kisah dalam Kis. 8:9-25 memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Di dalam bagian ini dicatat ada seorang yang bernama Simon, seorang tukang sihir yang kemudian menjadi percaya dan dibaptis dan senantiasa bersama-sama dengan Filipus. Simon terkagum-kagum dengan mujizat-mujizat yang terjadi. Suatu kali ketika Petrus dan Yohanes datang ke tempat itu dan menumpangkan tangan di atas orang-orang Samaria yang percaya, Simon melihat bagaimana kemudian orang-orang Samaria ini mendapatkan Roh Kudus. Simon kemudian tertarik dengan kuasa dan karunia yang dimiliki oleh Petrus dan Yohanes. Ia juga ingin bisa melakukan apa yang dilakukan oleh kedua Rasul Tuhan ini. Ia menawarkan uang untuk membeli karunia tersebut.

Apa yang dikatakan oleh Petrus kepada Simon memberikan jawaban bagi kita, bahwa karunia Allah tidak dapat dibeli, yang artinya karunia rohani tidak dapat kita miliki berdasarkan upaya manusia. Salah satu kata Yunani yang digunakan untuk menjabarkan karunia rohani adalah ‘charisma’, yang memiliki arti ‘pemberian berdasarkan anugerah’. Kata ini menekankan bahwa karunia rohani adalah pemberian berdasarkan anugerah Allah; merupakan suatu pemberian yang dilimpahkan kepada orang percaya. Karunia apa dan kepada siapa Allah akan memberikannya, itu adalah hak mutlak Allah sepenuhnya. Kita boleh meminta, tetapi Allah yang memutuskan.

Karena karunia rohani adalah anugerah yang khusus, maka sudah seharusnyalah setiap kita yang menerimanya dapat mengucap syukur pada Allah. Sudahkah kita mengucap syukur untuk setiap karunia rohani yang Allah berikan? Nix’z