ROH KUDUS: ROH PENGHIBUR

by samuelyasa


Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh 14:26)

Peran Roh Kudus sebagai penghibur dinyatakan dalam karyaNya yang mampu menginsafkan manusia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Penghiburan Roh Kudus pada hakikatnya identik dengan karyaNya yang mengisafkan manusia. Sebab saat kita diinsafkan atau disadarkan oleh Roh Kudus berarti mata rohani kita dicelikkan. Sehingga hati kita dapat mengalami pencerahan dan perubahan paradigma yang serba baru. Kita dimampukan oleh Allah untuk memandang realitas kehidupan dengan cara pandang yang baru, yang lebih luas, kreatif dan melegakan sebab hati kita telah dipenuhi oleh damai-sejahtera dan keselamatanNya. Bukankah hal tersebut merupakan penghiburan yang paling bermakna? Saat kita insaf, maka sebenarnya kita tidak lagi membutuhkan hiburan (entertaiment) dari dunia ini. Jadi karya Roh Kudus yang utama adalah menyadarkan kita untuk mengalami pembaharuan hidup yang menyeluruh.

Artinya penghiburan Roh Kudus tidak sama dengan hiburan seperti yang sering kita lihat di televisi atau disekitar kita. Sayangnya banyak orang Kristen yang lebih haus dengan hiburan seperti itu. Sebab, ukuran seluruh kebahagiaan hari ini telah mengalami distorsi. Makna kebahagiaan hanya diukur dari sejauh mana kita dapat memiliki fasilitas hidup dan menikmati berbagai kenikmatan hidup. Itu sebabnya meski sedang mengalami krisis keuangan, tetapi mall dan plaza tidak pernah sepi. Walau pekerjaan susah tetapi banyak orang tetap bergaya hidup mewah. Tetapi apakah spiritualitasnya bahagia? Berapa banyak diantara mereka yang merasa hidupnya hampa dan tanpa arti? Karena itu yang dibutuhkan sekarang adalah karunia Roh Kudus yang membuat kita semakin insaf agar semakin mampu menyadari setiap kekurangan dan kelemahan kita. Manakala kita insaf, maka hati kita dicerahkan oleh kebahagiaan dan sukacita yang tidak dapat diberikan oleh dunia ini. Perlu dipahami bahwa karya Roh Kudus tidak pernah mendorong kita untuk menikmati hiburan yang sifatnya hanya sementara.

Doa: Tuhan, jangan biarkan kami terlena dengan berbagai kenikmatan yang ditawarkan oleh dunia ini, namun puaskanlah kami dengan kasih-Mu.