ROH KUDUS, PRIBADI YANG MEMILIKI PERSONALITAS (2)

by samuelyasa


“Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan” (Efesus 4:30).
Roh Kudus memiliki “Perasaan”, yaitu kesadaran dan kemampuan untuk memberikan tanggapan pada sesuatu. Rasul Paulus mengatakan “Jangan kamu mendukakan Roh Kudus Allah…” (Efesus 4:30). Konteks bagian ini adalah menekankan bahwa Roh Kudus dapat didukakan pada waktu orang percaya berbuat dosa (lihat ayat 25-29). Hal ini sama dengan kesedihan jemaat di Korintus setelah mereka mendapat teguran yang keras dari rasul Paulus. Dengan demikian, dosa yang kita lakukan tentu saja dapat mendukaan pribadi Roh Kudus.
Roh Kudus memiliki “Kehendak”. Artinya, bahwa Roh Kudus memiliki kuasa yang berdaulat dalam pemilihan dan keputusan. Roh Kudus mendistribusikan karunia-karunia-Nya menurut kehendak-Nya. (1 Korintus 12:11). Sebagaimana Bapa memiliki kehendak, demikian pula Roh Kudus memiliki kehendak. Kehendak Roh Kudus tentu saja tidak pernah berlawanan dengan kehendak Bapa ataupun juga Tuhan Yesus. Kehendak Roh Kudus adalah kehendak yang telah melalui keputusan dari kehendak setelah dipikirkan sebelumnya. Kehendak Roh Kudus sama dengan kehendak Bapa.
Dengan memahami dan mengerti bahwa Roh Kudus adalah salah satu Pribadi Allah Tritunggal, maka kita harus belajar untuk selalu taat dan peka akan pimpinan-Nya. Roh Kudus telah dimeteraikan dalam hati orang percaya, yang membawa mereka untuk dapat memahami arti anugerah dan mendorongnya untuk hidup dalam anugerah. Kita harus hidup dalam kekudusan, mengerjakan kehendak-Nya serta tidak lagi berbuat dosa.
Doa: Bapa yang baik, terima kasih atas anugerah keselamatan dalam anak-Mu Tuhan Yesus, terima kasih untuk Roh Kudus-Mu yang Engkau meteraikan dalam hati kami, sehingga kami dapat semakin mengenal dan mengalami-Mu, amin.
(Giant)