KEILAHIAN ROH KUDUS

by samuelyasa


“… Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah” (1 Korintus 2:11).
Keilahian Roh Kudus tidak dapat dipisahkan dari doktrin Trinitas. Di dalam Alkitab sering kita mendapati sebutan Roh Allah, yang sesungguhnya membuktikan adanya sebuah relasi yang menyatu antara Bapa, Anak dan Roh Kudus. Pada saat Ia disebut “Roh Allah” hal ini berarti bahwa Ia adalah Pribadi Allah yang sejati. Apa yang ditulis oleh rasul Paulus dalam bacaan nats di atas jelas memperlihatkan bahwa sebagaimana manusia dan rohnya adalah satu dan merupakan keberadaan yang sama, demikian pula Allah dan Roh-Nya adalah Esa.
Pemakainan istilah Roh Allah sering digunakan lebih menunjuk kepada Roh Kudus. Kata lain yang juga sering digunakan adalah Roh Kristus, yang sesungguhnya juga menunjuk kepada Roh Kudus. Alasan yang dapat dijelaskan mengenai hal ini adalah bahwa apabila Bapa yang dimaksudkan dalam sebuah frasa kalimat, maka yang dipakai adalah Allah, Tuhan atau Tuhan Allah. Apabila Kristus yang dimaksudkan, maka kata yang dipakai adalah Yesus atau Kristus atau Yesus Kristus.
Misalnya dalam Roma 8:9-11, semua pribadi Trinitas disebutkan dalam bagian ini, yaitu “Roh Allah diam di dalam kamu (9), Roh Kristus (9), Kristus ada di dalam kamu (10), Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu (11), Roh-Nya (11). Sangatlah jelas Roh Allah lebih menunjuk kepada Roh Kudus. Demikian juga dalam Roma 8:13-14, pemakaian kata “Roh” dan “Roh Allah” adalah sinonim dan menunjuk pada Pribadi Ketiga dari Tritunggal, yaitu Roh Kudus. Contoh lain dapat dilihat dalam Kisah Para Rasul 16:6-7, Roh Kudus (6) dan Roh Yesus (7) adalah sinonim.
Doa: “Betapa bersyukurnya kami Ya Bapa, Engkau memberikan Roh Kudus dalam hati kami sehingga kami dapat lebih mengenal dan mengasihi-Mu, amin” (Giant)

Iklan