EMAS DAN PERAK YANG KITA MILIKI

by samuelyasa


Kiss. 3: 1-3, 6,” Pada suatu hari menjelang waktu sembahyang, yaitu pukul tiga petang, naiklah Petrus dan Yohanes ke Bait Allah. Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Tetapi petrus berkata kepadanya: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, ku berikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus orang dari Nazaret itu, berjalanlah.”

Puteri Eugenie dari Swedia pernah merasa sangat prihatin dengan orang-orang yang menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Kemudian ia berusaha mengumpulkan dana untuk membangun fasilitas yang lengkap untuk merawat orang-orang itu. Agar dapat mendorong orang lain memberikan sumbangan, dia menjual beberapa batu permata kerajaan miliknya dan memberikan hasil penjualan permata itu untuk proyek tersebut.
Beberapa waktu kemudian, ketika sang Puteri mengunjungi salah satu rumah sakit, dia dikerumuni oleh banyak pasien yang menyatakan rasa terimakasihnya. Salah seorang wanita diantara mereka meraih tangan puteri itu dan dia menumpahkan air matanya yang bercucuran ke atas tangan puteri tadi sebagai tanda penghormatan dan terimakasihnya. Pada waktu puteri kembali ke istana kerajaan, dia mengatakan bahwa permata perhiasannya telah dikembalikan kepadanya. “Aku telah menemukannya kembali hari ini,” katanya. “Permata itu berkilau-kilauan di dalam mata orang-orang yang sangat malang itu.
Orang-orang Kristen sekarang mungkin tidak dapat berkata seperti ketika Petrus berkata kepada orang lumpuh di pintu gerbang Bait Allah” Bangkit dan berjalanlah!” Namun kita juga tidak boleh berkata,” Emas dan perak tidak ada padaku.” Kalau begitu kita harus seperti puteri yang baik hati tadi. Kita harus belajar menggunakan harta kekayaan kita untuk memenuhi kebutuhan hidup sesama kita khususnya yang menderita. Siapa tahu, melalui itu mereka mengenal kita sebagai orang Kristen yang telah menerima kasih karunia dari Tuhan. Mereka melihat kasih itu melalui apa yang bisa kita lakukan, lalu mereka tergugah untuk menerima kasih karunia itu. Kiranya Tuhan menolong kita. Amin!!!