SEGENAP JIWA

by samuelyasa


Mat. 22: 37,” Jawab Yesus kepadanya:” Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.”

Mark.10: 45,” Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Di saat perang Korea sedang berkecamuk, banyak orang mengungsi ke Busan, kota di ujung Selatan Korea. Kebanyakan mereka adalah orang miskin, termasuk keluagra Pdt. Yonggi Cho yang terkenal itu. Dan yang lebih celaka lagi: tidak ada pekerjaan yang dapat dicari.
Dalam keadaan putus asa banyak orang terpaksa mencuri agar bisa makan. Pada waktu tentara Amerika mengangkut arang dari pelabuhan Busan dengan kereta api ke pedalaman, banyak anak laki-laki berebutan naik ke atas kereta api itu bagaikan semut-semut kelaparan. Mereka mencuri arang cukup banyak untuk dijual, dan uangnya dibelikan makanan sebagai sarana pertahanan terhadap musim dingin yang mencekam.
Pada suatu hari sekelompok pengungsi naik kereta api untuk mencuri arang. Tiba-tiba seorang polisi Amerika datang untuk mengusir mereka, dan anak-anak itupun berlompatan turun dengan ketakutan. Di antara anak-anak itu, terdapat seorang anak yang berumur 7 tahun. Ia sudah akan lari, ketika melihat sebutir arang jatuh dibawah kereta api. Ia lalu merangkak ke bawah kereta api itu untuk mengambil arang itu. Pada hal pada saat itu, kereta api mulai berangkat. Semua orang berteriak tanpa ada yang menolong.
Tiba-tiba seorang setengah tua berlari di samping kereta itu. Dengan segenap kekuatannya, ia menarik anak itu keluar dari bahaya. Namun ia sendiri mendapat kecelakaan. Beberapa saat kemudian terdengarlah detak-detak tulang yang dilindas roda-roda kereta api itu. Orang itu telah mati demi si anak yang adalah anaknya sendiri.
Tuhan Yesus telah mati bagi kita di atas kayu salib. Ia mengasihi kita dengan segenap jiwa-Nya. Itulah sebabnya Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi kita. Bagaimana dengan kita di dalam mengasihi Tuhan? Sanggupkah kita menyerahkan apa yang kita anggap sangat penting dalam hidup kita untuk Tuhan. Ia menyerahkan nyawa-Nya untuk yang hilang. Ladang sudah menguning, tetapi penuai sangat sedikit. Siapa yang mengorbankan waktu, tenaga dan hartanya???

Iklan