HATI YANG MENDUA

by samuelyasa


Luk.16: 13,” Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Seorang muda yang kaya bertanya kepada Yesus bagaimana memperoleh hidup yang kekal (Mat. 19: 16-26). Lalu Tuhan Yesus menyuruh dia untuk melakukan perintah Allah atau hukum taurat. Dan ternyata orang ini telah melakukannya. Kemudian Tuhan Yesus memerintahkan dia untuk menjual segala apa yang dimilikinya, diberikan kepada orang miskin, lalu mengikut Yesus. Ternyata, perintah yang terakhir ini tidak bisa dilakukannya. Mungkin bagi dia, harta adalah segala-galanya. Lalu dibagian lain Tuhan Yesus berkata bahwa dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada. Tuhan tahu, ketika manusia terpaut hatinya kepada harta benda, orang itu tidak akan pernah mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan segenap akal budi. Tentu juga ia tidak dapat mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri.
Kasih, sering dinyatakan dengan pemberian, apakah itu barang atau jasa. Pemberian adalah bukti kasih seseorang. Jika hatinya terikat dengan sesuatu, mana mungkin ia bisa memberi sesuatu itu. Yesus mengasihi kita, Ia memberikan nyawanya untuk kita di atas kayu salib. Ketika kita juga mengasihi Tuhan kita, tentu kita nyatakan melalui pemberian. Pemberian melalui waktu untuk melayani Dia. Pemberian melalui harta yang kita miliki untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Atau melalui pemberian-pemberian yang lainnya. Begitu juga ketika kita benar-benar mengasihi sesama kita. Kita bisa nyatakan melalui pemberian juga, sama seperti kepada Tuhan.
Tidak sedikit orang Kristen yang mengatakan bahwa mereka mengasihi Tuhan, tetapi di dalam hal memberi persembahan, waduh…. Sangat pelit. Hitung-hitungan. Pada hal itu miliknya Tuhan lho.
Begitu juga dengan gereja atau orang Kristen. Mengatakan bahwa mereka mengasihi orang yang belum percaya, tetapi tidak pernah memberi. Memberi sesuatu agar mereka tersentuh kasih itu sendiri. Pengeluaran keuangan gereja untuk Misi sangat kecil, mungkin hanya dibawah sepuluh persen dari pengeluaran gereja. Rindu menjangkau jiwa-jiwa, tetapi tidak pernah memberi waktu, tidak pernah memberi kesaksian kepada orang-orang yang belum percaya, termasuk kepada orang terdekat. Ingat, kasih sering ditandai dengan memberi. Itulah kasih yang nyata. Allah telah memberi teladan, mari kita melakukannya.