KASIH DAN KESETIAAN

by samuelyasa


1 Kor.1: 9,” Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.”

Merry yang baru menikah 3 tahun dengan John, menceritakan bahwa cinta sebelum dan sesudah menikah itu sangat amat berbeda. Beginilah uraiannya:
1. Dulu, dia berada di dekatku terasa segar dan nyaman. Kini, rasanya sangat sesak nafas.
2. Dulu, dia suka, bila aku dapat menguasai situasi. Kini, dia menuduhku, tukang control, manipulatif dan egomaniak.
3. Dulu, demam cinta malam Minggu, kini, dia lebih demam sepak bola
4. Dulu, makan direstoran selalu ditanya:” Cuman pesan begitu? Lagi dong yang lainnya!” Kini, katanya:” Kamu cukup makan salad sayur saja!”
5. Dulu, setiap beli bunga mawar, bisa lebih selusin dengan harga ratusan ribuan. Kini, hanya beli satu tangkai saja, itupun yang paling murah.
6. Dulu, dia selalu setuju dengan segala hal yang kubicarakan. Kini, dia sering berkata:” Kamu sudah kehilangan pikiran waras, ya?”
Dengan tidak mau kalah, John juga menceritakan pengalamannya:
1. Dulu, saya dipanggil si Ganteng. Kini, saya dipanggil si Banteng yang berantakan.
2. Dulu, dia bilang:”Aku siap menolongmu bila kesasar.” Kini, dia bilang:”Memang tidak ada mata, selalu saja kesasar!”
3. Dulu, selalu makan roti Croissant dan minum Cappucino. Kini, setiap kali Cuma roti Bagel dan makanan minuman instant.
4. Dulu, saya selalu dipuji dan dipuja. Kini, saya dimaki dan dianggap pemalas.
5. Dulu, katanya: Dunia ini milik kita berdua. Kini, dia bilang: jangan dekat-dekat, kamu bau keringat.
Di dunia ini kita temukan, bahwa kasih terhadap pasangan sering berubah. Itulah kasih manusia. Tetapi kasih Allah kepada kita tidak berubah untuk selamanya. Yesus mati bagi kita, ketika kita masih dalam dosa. Dia adalah Allah yang setia. Allah mau supaya kita juga mengasihi sesama kita dan Allah di dalam kesetiaan. Biarlah kita berdoa: Tuhan, tolong saya yang tidak setia ini, agar mengasihi Engkau dan sesama saya, seperti Engkau mengasihi saya. Amin!