TRUE LOVE, BUTUH BUKTI—BUKAN OMONG KOSONG

by samuelyasa


Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.” Yohanes 21:18-19
Ada seorang lelaki yang buta. Tidak ada orang yang menyukainya, kecuali kekasihnya. Lelaki itu selalu berkata, “Saya akan menikahimu di saat saya boleh melihat.” Suatu hari, ada orang yang mendonorkan mata kepada lelaki itu sehingga lelaki itu dapat melihat. Dengan segera dia pergi menemui kekasihnya. Tetapi ketika dia melihat kekasihnya, dia sungguh terkejut kerana kekasihnya juga buta. Kekasihnya bertanya, “Maukah kamu menikah dengan saya sekarang?” Tanpa banyak alasan, lelaki itu menolak. Kekasihnya tersenyum dan berlalu pergi sambil berkata. “Tolong jaga mata saya baik-baik…”
Ketika membaca kisah di atas, mana di antara mereka yang sungguh-sungguh mengasihi pasangannya? Ya, dia adalah orang yang tidak sekedar memberikan pernyataan kasih dengan kata-kata kosong, namun dengan perbuatan nyata.
Percakapan Yesus dengan Petrus dalam Yohanes 21 diakhiri dengan pernyataan Yesus mengenai kehidupan Petrus selanjutnya—hingga akhir hidupnya. Yesus mengatakan bahwa “ jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki” (Ay.18b). Beberapa penafsir menyimpulkan hal ini sebagai kontras antara penyangkalan Petrus dan kematiannya kelak. Hal ini ditegaskan pula dengan Ayat 19a dimana dikatakan bahwa Petrus akan mati dan “memuliakan Allah” (= mati bagi Dia; 12:23). Yesus sendiri juga menyatakan bahwa Petrus akan mengikut Tuhan (ay. 19b) yang berarti terus-menerus hidup bagi Tuhan sampai mati bagi Dia (band. tradisi kematian Petrus yang disebutkan disalib terbalik di Roma pada masa pemerintahan Nero).

Apa yang terjadi pada Petrus di dalam sisa hidupnya sungguh-sungguh memberikan bukti nyata atas pernyataan kasih yang diungkapkannya di ayat-ayat sebelumnya. Kasih yang sejati dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan sekedar kata-kata kosong. Itulah kasih yang ditunjukkan Allah melalui Kristus. Itulah kasih yang ditunjukkan Petrus melalui kehidupan dan kematiannya. Dan itulah yang Allah ingin lihat dari kita; bukti nyata dari ungkapan kasih, bukan sekedar omong kosong. Apa yang mau kita tunjukkan pada Allah sebagai bukti kasih kita?

Dan