BOLEHKAH MEMILIH TIDAK, JIKA ADA HARUS??

by samuelyasa


Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Yohanes 13:34

“ Lho kalian HARUS ikut ujian Negara, kalau tidak ikut, maka ijazah kalian tidak akan berlaku”. Demikianlah penggalan yang disampaikan dosen saya beberapa waktu yang lalu. Setelah percakapan diakhiri, saya mencoba merenungkan satu kata yang cukup membuat saya galau seteleh menerima telpon dari dosen saya. Sebuah kata “HARUS” yang cukup menguras pikiran saya, karena kata ini seolah sebuah paksaan yang mau tidak mau “HARUS “ dilakukan. Kalau saya boleh memilih, tentu saya akan memilih untuk tidak berangkat dengan alasan pelayanan dan sebagainya. Tetapi kata “HARUS” ini telah memaksa saya untuk saya bertindak, karena jika tidak dilakukan maka ada akibat yang harus saya tanggung.
Rupanya kata “HARUS” ini juga dipakai oleh Tuhan sebagai satu perintah yang Dia berikan kepada kita. Yohanes 13:34 mengatakan”…sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu HARUS saling mengasihi. Jika ini adalah sebuah keharusan bisakah jika kita memilih untuk tidak mengasihi?? Tentu tidak! Kata “HARUS”bukanlah sebuah pilihan tetapi sebuah keharusan yang mau tidak mau harus dilakukan.
Jika selama ini kita masih bersikap cuek, masih enggan melihat saudara disekitar kita yang sedang kesuahan, jika selama ini kita hanya berteman dengan orang-orang yang selevel dengan kita, maka saat ini Tuhan menegur dan memerintahkan kepada kita untuk HARUS saling mengasihi. Tidak ada alasan sedikitpun untuk kita tidak mengasihi. Jika ini adalah sebuah perintah yang diberikan kepada kita, maka kita harus melaksanakan apa yang telah Yesus perintahkan. Jangan lagi batasan-batasan yang dunia ciptakan menjadi penghalang untuk kita tidak mengasihi. Karena sesungguhnya Yesus telah mengasihi kita, maka kita juga harus saling mengasihi. Sebagai murid Tuhan Yesus kita tidak dapat memilih siapa yang ingin kita kasihi. Tuhan yesus memerintahkan kita harus mengasihi semua orang, semua tingkat sosial, kaya atau miskin, musuh atau teman, baik atau jahat, tahu balas budi atau tidak, semua harus dikasihi tanpa syarat. Siti