STANDAR KASIH UMAT TUHAN

by samuelyasa


37 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. 38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. 39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Matius 22:37-40

Saat kita menyaksikan acara Kick Andy di salah satu stasiun televisi nasional, kita akan banyak menjumpai orang-orang hebat yang ditampilkan dalam acara tersebut. Contoh orang hebat yang sering ditampilkan adalah orang-orang baik yang rela berkorban bagi orang lain tanpa meminta imbalan. Orang-orang baik yang ditampilkan berasal dari segala kalangan dan dari segala latar belakang agama (bukan hanya orang Kristen). Dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa di Indonesia saja banyak terdapat orang baik.
Terkadang kita jadi malu, jika melihat banyak orang tidak percaya bisa melakukan kebaikan lebih dari kita orang percaya. Bahkan kasus-kasus tertentu sering dipakai oleh para pengkhotbah sebagai contoh dan pembanding bagi orang percaya. Jika demikian, apakah perbuatan kasih yang dilakukan orang diluar Tuhan sama dengan kasih yang Tuhan minta kepada umat-Nya untuk dilakukan? Jawabannya tidak!
Orang di luar Tuhan melakukan tindakan kasih berdasarkan tuntutan pahala yang diharapkan bisa memberi kebaikan hidup di masa yang akan datang. Mereka melakukan kasih lebih kepada tuntutan moral yang dianggap mampu memuaskan batin mereka. Jadi kebajikan yang dilakukan orang-orang baik di luar Kristus tidak berdasarkan kasih yang mereka terima, melainkan berdasarkan upah yang diharapkan dan yang akan mereka terima dari allah mereka (pahala).
Kasih yang Allah minta agar dilakukan umat-Nya ialah kasih Agape, yaitu kasih Allah kepada umat-Nya yang diberikan tanpa syarat. Kasih yang memberikan nyawa-Nya bagi penebusan dosa. Jadi standar kasih kita ialah kasih Allah. Kita dituntut melakukan kasih karena kita sudah dikasihi dengan kasih ilahi. “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” Yohanes 15:12. Kaven