ALLAH ITU KASIH

by samuelyasa


16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia..

1 Yohanes 4:16
Ajaran Tuhan Yesus Kristus yang paling dominan dan paling menyentuh adalah KASIH. Sehingga Kekristenan mempunyai spesifikasi KASIH. Namun kita harus mengakui bahwa semua agama dunia juga mengajarkan tentang kasih, dan allah mereka tentu mengasihi dan menyayangi pula umatNya. Tetapi tidak banyak orang yang tahu perbedaan keduanya, lalu cenderung menyamaratakannya.
Perbedaan kasih Tuhan yang satu dengan yang lainnya
“Kasih-Tuhan-Alkitab” adalah hakekatNya sendiri, sementara “Kasih allah dalam agama lain”, adalah apa yang dilakukan allahnya. Yang satu merupakan esensi-kasih, yang lain berupa aktifitas-mengasihi.
Banyak agama mengklaim Tuhannya maha-kasih dan maha-penyayang, tetapi tidak memberi bukti, apalagi saksi (adikodrati). Orang sering menunjuk kehadiran embun-hujan-udara-sinar Matahari dll sebagai bukti kasih Allah kepada makhluknya, padahal itu bukan wujud MAHAKASIH, melainkan lebih cenderung barupa pemeliharaan Sang Khalik terhadap makhluk ciptaanNya demi mendukung kelangsungan mereka.
Bukti kasih, apalagi Maha-Kasih, hanyalah satu, yaitu berkorban sebesar-besar korban bagi yang dikasihiNya. Korban terbesar yang dapat diberikan seseorang adalah nyawa si pengorban itu sendiri. Dan Yesus yang adalah Allah itu memang benar mengorbankan nyawaNya diatas kayu salib, demi menebus dosa Anda dan saya. Yesus berkata:
– “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik. Memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yohanes 10:1-42)
– “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45).
Itulah sebabnya Kasih Allah yang diajarkan dalam Alkitab adalah kasih yang tidak bersyarat (unconditional love), sementara kasih allah dalam agama lain adalah mengasihi (loving) – atau lebih tepatnya – mengasihani – menusia dengan syarat-syaratnya.

 

 

Karena hakekat Allah adalah kasih, maka kasih harus mengasihi seluruh “ruang-lingkup” keberadaan Allah. Artinya, Ia berada dalam total domain kasih : yaitu mengasihi seluruh manusia, dan menuntut dikasihi baik oleh setiap manusia, seraya mengharuskan terjalinnya kasih diantara semua sesama manusia pula.
Dan itulah yang digoreskan oleh Allah dalam Taurat, untuk diteruskan dan dihafal turun-temurun, seperti yang tercantum dalam Ulangan 6:5 dan Imamat 19:18.

Sumber : Samawi Tada, Yesus menyaksikan Yesus, p 98-102