THE TRUE LOVE

by samuelyasa


“16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3:16

Tuhan Allah menciptakan manusia pertama dengan sangat baik. Diciptakan serupa dan segambar dengan Allah. Namun manusia yang diciptakan dengan sempurna dan tanpa dosa akhirnya melanggar ketetapan dan peraturan Allah sehingga jatuh alam dosa. Kejadian 3 awal pemberontakan manusia terhadap Penciptanya.

Pemberontakan manusia berlanjut! Kain anak Adam & Hawa membunuh Habel adiknya (Kej.4:1-16); ketika manusia mulai bertambah banyak, manusia semakin jahat. Kecenderungan hatinya semata-mata untuk melakukan yang jahat, sehingga Allah harus mengakhiri kehidupan manusia di bumi dan hanya menyisakan Nuh dan keluarganya (Kej.6-9).

Dari keturunan Nuh, manusia berkembang menjadi sangat banyak untuk memenuhi bumi. Ternyata pemberontakan manusia terhadap Allah tidak berhenti saat manusia dimusnahkan dengan air bah. Tabiat dosa dan kecenderungan melawan Allah tumbuh dalam diri manusia. Alkitab mencatatkan kepada kita: peristiwa menara Babel (Kej.11); peristiwa Sodom & Gomora (Kej.19); peristiwa pemberontakan bangsa Israel di padang gurun (kitab Keluaran); dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa yang memuat tentang pemberontakan manusia terhadap Allah. Benarlah kata firman Tuhan dalam Roma 3:23, semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Untuk manusia yang sedemikian jahatnya kepada Allah Penciptanya, Allah mau berkorban. Allah memberikan Anak-Nya Yang Tunggal bagi pengampunan dosa manusia. Allah memberikan Tuhan Yesus agar si pemberontak (manusia) diampuni dan mendapat hidup kekal. KASIH yang sedemikian hebat ini hanya dimiliki Allah kita, Tuhan Yesus Kristus. Inilah KASIH SEJATI. Kasih yang menerima dan mengampuni manusia dengan tidak memperhitungkan pelanggaran-pelanggarannya. Kasih tanpa syarat; kasih yang tetap diberikan meskipun tidak dihargai; kasih yang tak ternilai dan tak terukur. Kasih inilah yang coba digambarkan oleh F. M. Lehman & Claudia L. Maya dalam lagu PPK 21.

 
Kasih Allah amat besar, dan tak dapat dilukiskan,
Lebih tinggi dari bintang namun mencapai dunia,
Mengaruniakan Anak-Nya, memberi kemenangan,
Mendamaikan dan mengampuni orang-orang berdosa.

Walau dengan dawat selaut, langit dijadikan kertas,
Tiap batang sebagai pena dan tiap orang penulis,
Tak mungkin akan melukiskan kasih Allah yang besar,
Langit dari timur ke barat tak akan memuatnya.

Yang bercacat dikasihani, diampuni, disembuhkan,
asih Allah tak terbatas, kau pun dapat menikmati,
Walau dunia ini berakhir dan kuasanya lenyap,
Kasih Allah tetaplah teguh kekal slama-lamanya.

Koor: Kasih-Nya Hu tak terduga, betapa kaya-Nya.
Tetap dinyanyikan malak dan saleh salehnya

Kaven