IKUTLAH AKU

by samuelyasa


4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. 19 Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Matius)

21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: “Ikutlah Aku.” (Yohanes)

Minimalnya Petrus menerima 2 kali ajakan Yesus untuk mengikut-Nya, yang pertama dalam awal perjumpaan-Nya dengan 2 bersaudara yang sedang menjala ikan dan Yesus ingin menjadikan Petrus sebagai penjala manusia. Dan yang kedua, tatkala Petrus “dipulihkan” dan diteguhkan kembali, tepatnya dalam moment pasca kebangkitan Yesus dan IA menegaskan kecintaan Petrus kepada Yesus dan dipercayakan penggembalaan domba-2Nya.
Apakah ada esensi yang berbeda antara panggilan mengikut Yesus yang pertama dan kedua ini? Yang ditafsir bahwa panggilan pertama bersifat umum dan panggilan kedua bersifat khusus? Atau, kita akan menafsirkan bahwa panggilan pertama dianggap gagal karena tidak memahami maksud dan kehendak Allah dalam Kristus yang memanggilnya? Sehingga panggilan kedua bersifat pengulangan panggilan pertama yang dianggap akan lebih dipahami oleh Petrus karena berada dalam konteks yang berbeda (pra & pasca kebangkitan)? Atau, sebenarnya antara panggilan pertama dan kedua tidak memiliki perbedaan secara esensi, tidak ada yang umum dan yang khusus karena Yesus memang bermaksud menjadikan Petrus sebagai penjala manusia dengan kerelaan menanggung resiko terberat dalam pelayanannya sehingga nama Tuhan dimuliakan melaluinya. Bukan juga sebagai panggilan ulang (pengulangan) karena Petrus telah gagal dalam menunaikan panggilan pertamanya. Panggilan untuk mengikut Yesus (Yoh 21:19) lebih bersifat peneguhan, atau pemberian konfirmasi bahwa Allah memang memanggil Petrus untuk menjadi hamba-Nya, sekalipun pernah mengalami kebimbangan hingga penyangkalan thd Yesus, sampai akhirnya dg setia melaksanakan pelayanan kepercayaan Yesus dg menyangkal diri. jp