APAKAH ENGKAU MENGASIHI AKU?

by samuelyasa


21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. (Yohanes)

Apa yang menjadi perasaan kita tatkala kita diposisi Petrus? Mampukah kita seperti Petrus menjawab dengan keyakinan seperti Petrus? Tiga kali telah menyangkali Yesus, yang sebelumnya dengan lantang dan tegas secara eksplisit ia mengatakan bahwa ia tak akan meninggalkan Yesus – Markus 14:29 Kata Petrus kepada-Nya: “Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak.”
Kegagalan terkadang membuat kita takut untuk membangun komitment kembali, sehingga tidak jarang banyak orang yang gagal mereka makin terpuruk hidupnya. Siapa bilang mengikuti Tuhan tidak bisa gagal, selama kita masih menggunakan tubuh jasmani ini kita tidak akan terlepas dari kegagalan, namun bila kita kaitkan denga “penebusan” yg Allah telah lakukan melalui Yesus Kristus, maka kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, pada saat kita gagal justru kita sangat membutuhkan kasih karunia Allah atas kita dan percaya akan kasih-Nya. Melihat kasih Allah dan mengasihi Allah dalam keadaan yang “baik” itu mudah daripada sebaliknya, mempercayai kasih Allah dalam segala keadaan itu iman percaya yang sulit untuk dinyatakan.
Petrus gagal dan ia menyadari akan hal itu, ketika Yesus bertanya kepadanya, bagi dia jawabannya pasti bahwa Petrus mengasihi Yesus, bahkan ia menegaskan dengan berkata: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”