TANGISAN PENYESALAN

by samuelyasa


26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Matius

14:72 Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya. Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu menangislah ia tersedu-sedu. (Markus)

22:62 Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Lukas

Salah satu tema krusial dalam kekristenan adalah pertobatan yang sungguh-sungguh, yang diawali dengan kesadaran akan kesalahan dan dosa dan kerinduan untuk meninggalkan dan menanggalkannya, dan seharusnya tidak berbuat lagi. Tentu saja pertobatan dan pengampunan ditujukan hanya kepada Allah. Alangkah bahagianya bila setiap manusia yang berdosa dan telah diampuni dosanya mengalami hal seperti itu; namun sayangnya masih banyak yang terjerat (menjeratkan diri) dalam dosa yang lama. Air mata buaya mungkin istilah yang cocok untuk menggambarkan orang yang kelihatannya menyesali segala tindakannya, dan seolah-olah bertobat dan tidak ingin melakukannya lagi. Walaupun kenyataannya masih melakukan kesalahan dan dosa itu berulang-ulang.
Bagaimana dengan tangisan Petrus? Apakah ini sebuah tangisan dengan penyesalan yang sejati, mengakui segala kesalahannya, bahkan kesombongan dan kecongkakan bahwa ia tidak akan tergoncang? Ketiga Injil hanya memberikan penjelasan tertulis bahwa Petrus menangis dengan tersedu-sedu dan dengan sedihnya, yang keduanya menunjukkan penyesalan yang sungguh-sungguh terjadi dalam diri Petrus. Sungguhkah? Memang tidak ada penjelasan yang menegaskan hal ini, namun bila kita menilik kembali kehidupan dan pelayanan sampai akhir hayatnya, sebagaimana yang Yesus katakana dalam Yohanes 21, maka seharusnya kita berani menyimpulkan bahwa Petrus mengalami penyesalan dan pertobatan yang sungguh-sungguh.
Rindukah anda mengalaminya? jp