MENGASIHI DAN MENYERTAI

by samuelyasa


Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang, … tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Roma 8:35a, 38-39

Tuhan Yesus memang saat ini tidak bersama dengan kita secara fisik. Dia telah naik ke surga. Meskipun demikian Ia senantiasa mengasihi dan menyertai kita, Ia tidak pernah meninggalkan umat pilihan-Nya dalam keadaan apapun. Tuhan tidak menjanjikan hidup yang bebas dari segala penderitaan, tetapi janji yang paling indah adalah kasih Tuhan dan penyertaan-Nya tidak akan pernah meninggalkan kita. Kasih dan penyertaan-Nya itulah yang memampukan kita menghadapi segala kesulitan dan penderitaan di dunia ini. Kasih dan penyertaan Tuhan yang menjadikan hidup kita berpengharapan. Kasih dan penyertaan Tuhan juga yang terus memampukan kita untuk tetap setia mengasihi-Nya meskipun adakalanya kita gagal, tetapi kasih-Nya yang membangkitkan kita kembali.
Jikalau Tuhan sedemikian mengasihi dan selalu menyertai kita, maka sudah seharusnya kita hidup senantiasa mengasihi Dia dan percaya sepenuhnya kepada penyertaan-Nya. Itu semua membutuhkan disiplin rohani untuk kita terus membangun hubungan dengan Tuhan melalui pembacaan firman Tuhan dan doa. Tuhan Yesus sendiri mengajar para murid-Nya untuk senantiasa tinggal di dalam Dia (Yohanes 15:1-17). Kasih dan penyertaan Tuhan bukanlah istilah yang klise jikalau kita hidup terus berpaut kepada Tuhan dan taat menjalankan segala kebenaran-Nya dalam hidup kita.
Tuhan berkatku yang baka melebihi jiwaku,
Sepanjang jalan hidupku kumau jalan ikut Dia.
‘Ku dekat pada-Nya, ‘ku dekat pada-Nya,
Sepanjang jalan hidupku, kumau jalan ikut Dia.
‘Ku tak ingin nikmat dunia, disanjung dan dihormat
Kurela tanggung derita, kumau jalan ikut Dia.
‘Ku dekat pada-Nya, ‘ku dekat pada-Nya,
Kurela tanggung derita, kumau jalan ikut Dia. (KPPK 324)