MEMULIHKAN TUJUAN HIDUP MANUSIA

by samuelyasa


Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Siapa gerangan ada padaku di surga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
Roma 11:36; Mazmur 73:25

Di dalam dunia ini manusia sibuk mencari tujuan hidupnya. Ada yang meletakkan tujuan hidupnya pada kekayaan karena berpikir uang dapat memberikan pemuasan atas segala kebutuhan, seluruh usahanya hanyalah untuk mengumpulkan kekayaan, tetapi ternyata ada banyak hal yang tidak dapat dibeli dengan uang (ketulusan, cinta kasih, dll.). Ada juga yang meletakkan tujuan hidupnya pada berbagai aktualisasi diri agar keberadaannya diakui orang lain ataupun hidup mengejar pemenuhan kebutuhan spiritual sehingga mengikuti berbagai meditasi dan aliran spiritual. Tetapi semua tujuan hidup yang manusia tetapkan berdasarkan pemikiran dan caranya yang dikuasai dosa dan untuk kepuasan dirinya justru membawa manusia pada kehampaan dan kegelisahan.
Katekismus Westminster dengan jelas merumuskan bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk memuliakan Tuhan dan menikmati Tuhan (fokusnya pada Tuhan, bukan pemuasan kebutuhan manusia). Paulus mengatakan bahwa dalam segala sesuatu yang kita lakukan, lakukanlah untuk kemuliaan nama Tuhan. Kita bisa memiliki target-target dalam keluarga ataupun pekerjaan kita, tetapi semuanya itu harus berkait dengan kemuliaan nama Tuhan (nama Tuhan dimuliakan melalui seluruh hidup kita ketika kita taat dalam kebenaran-Nya). Dalam kehidupan yang terus berfokus pada Tuhan kita senantiasa menikmati persekutuan dengan Tuhan. Bagi pemazmur, kepuasan utamanya adalah ketika Tuhan memenuhi seluruh kehidupannya. Hidup yang menikmati Tuhan jauh lebih berharga daripada segala kepuasan fana yang dunia tawarkan karena Dia lah sumber ari seluruh kebaikan yang ada.
Tujuan hidup yang dipulihkan ini hanya terjadi ketika Allah Sang Imanuel itu turun ke dalam dunia mati untuk mendamaikan kita dengan Tuhan.
Doa: Ya Tuhan, ajarku selalu untuk memuliakan-Mu dan puas dengan segala kebaikan-Mu. Amin. -va