MENGGANTIKAN MANUSIA

by samuelyasa


Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka.

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
2 Korintus 5:19a, 21

Sudah hampir sebulan kita melewati perayaan Jumat Agung, peristiwa di mana Tuhan Yesus disalibkan. Biasanya kita melihat salib Kristus sebagai penyataan kasih Allah, tetapi untuk lebih menghayati kasih Allah tersebut, kita juga harus melihat salib sebagai penyatan keadilan Allah. Kita selalu berpikir, “Apa susahnya sih Allah tinggal menghapus dosa manusia dan mengampuni manusia?” Perlu kita ketahui bahwa kasih Allah tidaklah meniadakan keadilan-Nya, dan sebaliknya keadilan-Nya tidaklah meniadakan kasih-Nya. Berbicara tentang keadilan Allah, maka Allah harus menjatuhkan hukuman terhadap manusia yang sudah berdosa. Di sinilah kita baru akan menghayati kasih Allah karena justru Allah menjatuhkan hukuman atas dosa bukan kepada manusia, tetapi kepada Kristus yang tersalib. Dalam renungan kemarin jelas dikatakan bahwa Yesus sama sekali tidak berdosa, tetapi di atas salib itu dosa seluruh umat manusia ditimpakan kepada-Nya sehingga hukuman dosa tertimpa kepada-Nya. Di atas salib itulah Tuhan Yesus menggantikan manusia menerima cawan murka Allah, dengan demikian barang siapa yang percaya kepada-Nya dibenarkan oleh Allah dan dperdamaikan dengan Allah. Karena alasan inilah maka Tuhan harus turun ke dalam dunia menjadi manusia.
Menyadari demikian besarnya kasih Allah kepada kita, sudah seharusnya kita bersyukur kepada Tuhan dengan hidup taat kepada kebenaran firman Tuhan dalam segala segi kehidupan kita (pekerjaan, keluarga, bermasyarakat, bergereja).

O mungkinkah ‘ku ‘kan dapat anug’rah pengampunan-Nya?
Dia disiksa s’bab dosaku, bagiku Ia disalibkan.
Kasih ajaib, kasih ajaib; Tuhan mati gantikanku.
Dia tinggalkan takhta mulia, b’tapa besar anug’rah-Nya.
Menjelma jadi manusia ‘tuk tebus orang berdosa.
Besarlah rahmat kasih-Nya untuk aku yang berdosa. (KPPK 158)