Kebangkitan Tubuh = Kebangkitan Dalam Kehinaan

by samuelyasa


15:43  Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

1 Korintus 15: 35-58

 

Pada saat awal penciptaan, kita menyaksikan betapa luar biasanya posisi manusia di hadapan Allah.  Manusia diberikan kesempatan dan akses langsung untuk datang menghadap Allah dan beribadah kepada Allah.  Kejatuhan manusia ke dalam dosa membuat manusia harus kehilangan posisi tersebut.  Manusia harus terlempar sampai ke jurang yang paling dalam.  Manusia menjadi makhluk yang sangat hina.  Kehinaan manusia ini disebabkan karena ia jauh dari penciptanya. Jauhnya manusia dari penciptanya ini membuatnya menjadi manusia yang tidak lagi dapat mengendalikan dirinya.  Keinginan-keinginan untuk tidak takut kepada Tuhan selalu muncul dan muncul dari dalam dirinya.  Ketidakmampuannya melepaskan diri dari keinginan tersebut membuatnya semakin terpuruk dan semakin jauh dari Tuhan.  Akan tetapi Tuhan masih sangat mengasihi manusia berdosa ini.  Mazmur 8 mencatatkan betapa manusia itu masih diingat oleh Tuhan bahkan diberikan kemuliaan dan hormat.  Dari lumpur kehinaan Tuhan mengangkat manusia.  Pengangkatan manusia ini dilakukan melalui jalan yang sangat dramatis karena dilakukan dengan pengorbanan.  Yesus harus mati memikul kehinaan yang dmiliki oleh manusia akibat dosa. Dosa-dosa manusia yang sedemikian banyak ditimpakan kepada Yesus.  Kehinaan yang sangat dalam diterima oleh Yesus.  Ia mati di atas kayu salib untuk menanggung dosaku dan dosamu. Posisi manusia dikembalikan oleh Tuhan melalui kematian-Nya di atas kayu salib.

 

Saudaraku, kalau kita menoleh ke belakang dan melihat hidup kita maka kita akan malu karena begitu banyaknya dosa dan pelanggaran yang telah kita lakukan di hadapan-Nya.  Tetapi bersyukurlah karena walaupun demikian, kasih-Nya masih sangat besar bagi kita. Kita diangkat dan diberikan kemuliaan oleh-Nya.  Mari pertanggungjawabkan kemuliaan tersebut dengan menjaga hidup kita supaya kita kudus dan tidak menjadi batu sandungan yang mengakibatkan nama Tuhan dipermalukan.  Kerjakan bagian kita dan berdoalah agar Tuhan menolong dan memampukan kita untuk mengerjakannya di dalam hidup kita sekalian.

 

Doa: Tuhan, tolong jaga dan selidiki hatiku agar aku menjadi seperti yang Kau inginkan.  Amin.                                                                          Jho