Kebangkitan Tubuh = Kebangkitan Dalam Kekuatan yang Besar

by samuelyasa


15:43  Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan dibangkitkan dalam kekuatan.

1 Korintus 15: 35-58

Rasul Paulus dalam bagian ini memberikan perbandingan yang menarik.  Kalimat “Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kemuliaan” sangat menarik untuk kita pelajari lebih dalam lagi.  Kelemahan yang dimaksudkan dalam bagian ini adalah dapat ditinjau dari dua aspek yaitu aspek secara fisik dan aspek rohani. Kelemahan dalam aspek jasmani meliputi tentang kelemahan fisik yang dialami oleh manusia dalam melakukan banyak aktifitas, seperti: kelelahan, duri dalam daging.  Manusia bukan makhluk super yang tidak bisa merasakan kelelahan.  Manusia memang adalah makhluk yang memiliki kekuatan yang luar biasa akan tetapi manusia pasti kekuatan manusia itu ada batasnya.  Faktor inilah yang menjadi salah satu penghalang bagi manusia dalam melayani Tuhan.  Rasul Paulus sendiri pernah berseru kepada Tuhan agar duri dalam daging yang membuat kelelahan dalam pelayanan diangkat oleh Tuhan akan tetapi Tuhan justru “sengaja” membiarkan duri dalam daging itu tetap ada dalam tubuhnya (baca 2 Korintus 12: 7-10).  Aspek kerohanian berbicara tentang kelemahan manusia dalam mengikuti keinginan Roh dalam dirinya.  Manusia memiliki kecenderungan yang sangat besar untuk mengikuti keinginan hatinya sehingga ia memuaskan keinginan daging yang ada dalam dirinya.  Rasul Paulus sendiri pernah mengatakan bahwa dalam dirinya ingin melakukan yang baik tetapi selalu saja yang jahat keluar dari dirinya yaitu dosa (baca Roma 7: 14-24).  Doa menimbulkan kelemahan dalam diri manusia. Kebangkitan tubuh membuat manusia terlepas dari kelemahan seperti ini.  Yang ada adalah keinginan untuk selalu memuliakan nama Tuhan dan membesarkan nama Tuhan melalui apa yang bisa kerjakan bagi-Nya.

 

Saudaraku, kita adalah orang-orang yang dibebaskan oleh Tuhan dan yang diberi kelepasan dari kelemahan-kelemahan yang ada. Kekuatan pun diberikan oleh Tuhan sehingga kita terus dimampukan oleg Tuhan untuk melakukan pelayanan kita. Kelak tidak  akan ada lag kelemahan-kelemahan yang menghalangi kita dalam melakukan tugas pelayanan kita bagi Tuhan.  Kekuatan itu sudah diberikan oleh Tuhan kepada kita, oleh karena itu marilah kita melakukan semua pelayanan yang dipercayakan Tuhan itu dengan sebaik-baiknya.  Berdoalah agar Tuhan menolong kita untuk melakukannya dalam hidup kita.                                                Jho