Kebangkitan Tubuh = Kebangkitan Dalam Ketidakbinasaan

by samuelyasa


42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.

1 Korintus 15: 35-58

4  Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”Wahyu 21: 1-8

Tafsiran kedua yang dapat kita angkat dari kalimat ini adalah dilepaskannya manusia dari kehinaan secara fisik.  Manusia adalah manusia yang terbuat dari debu tanah.  Alkitab mencatatkan banyak fakta tentang keterbatasan manusia. Keterbatasan itu meliputi penyakit, kehinaan dan kematian.  Sepanjang kehidupan manusia, manusia akan mengalami ketiga hal tersebut. Ini menjadi pergumulan yang cukup berat bagi manusia.  Ketiga hal ini membuat banyak manusia yang mengalami kekecewaan sampai akhirnya ia mengakhiri hidupnya sendiri.  Seringkali manusa berpikir kematian adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan segala pergumulannya.  Di satu sisi memang benar karena dengan kematian maka semua pergumulan itu tidak akan dirasakan lagi. Tetapi di sisi lain, Kematian merupakan sebuah fakta keterbatasan manusia. Penyakit, kehinaan dan kematian menjadi bagian dari dinamika hidup manusia.  Tubuh duniawi ini akan mengalami kesemuanya itu.  Tetapi berbeda dengan tubuh kebangkitan.  Semua itu tidak akan menjadi bagian dari tubuh kebangkitan.  Tubuh kebangkitan adalah tubuh yang tidak lagi terikat dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada. Wahyu 21 menjelaskan kepada kita tentang apa yang didapatkan di dirasakan oleh orang-orang yang mati di dalam Tuhan.  Tidak ada kesedihan, kematian, air mata dalam hidup mereka.  Yang ada hanyalah kebahagiaan dan sukacita yang sangat luar biasa.

Saudaraku, inilah bagian yang ditetapkan oleh Tuhan bagi orang-orang yang percaya dalam Tuhan.  Keterbatasan-keterbatasan tersebut tidak lagi menjadi kesulitan dan pergumulan bagi mereka.  Sukacita dan kebahagiaanlah yang menjadi bagian mereka.  Maukah kita mendapatkannya?

Doa: Terima kasih atas jaminan-Mu atas hidupku Tuhan.  Ajarilah aku terus untuk senantiasa bersyukur kepada-Mu atas segala yang terjadi dalam hidupku ini.  Amin.                                                               Jho