Kebangkitan Tubuh Diawali Dengan Kematian

by samuelyasa


15:36  Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.

1 Korintus 15: 35-58

Ayat di atas adalah jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh orang-orang Korintus kepada rasul Paulus.  Dimulai dengan teguran atau sapaan yang sangat keras yaitu “orang bodoh”.  Teguran ini berarti orang yang tidak pandai atau orang yang tidak percaya.  Sungguh ironis keberadaan orang-orang tersebut.  Padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang pandai karena Korintus pada masa itu juga terkenal sebagai tempat untuk belajar tetapi Paulus menyebut mereka sebagao orang bodoh.  Untuk membantu mereka berpikir Paulus memberikan penjelasan dengan menggunakan penggambaran.  Rasul Paulus menggunakan penggambaran yang sangat lazim pada waktu itu yaitu melalui gambaran pertanian. Sebuah biji akan menjadi bibit kalau biji itu terlebih dahulu mengalami kematian.  Kulitnya terkelupas dan ia mati.  Sebuah penggambaran yang sangat jelas tentang bagaimana seorang berdosa harus mati.  Mati di sini dapat diartikan sebagai sebuah situasi di mana manusia mengalami penyucian dan pengampunan dosa.  Seseorang yang hidup dalam Tuhan haruslah mengalami kematian dari segala dosa dan pelanggaran yang dilakukannya.  Orang yang berdosa harus menjadi orang yang menyesali segala dosa yang dilakukannya dan dengan penuh kerendahan hati datang kepada Yesus untuk memohonkan pengampunan.  Rasul Paulus dalam Filipi 3: 10-11 berbunyi demikian, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.”  Keserupaan dengan Kristus melalui kematian-Nya dan dan dibangkitkan dari antara orang mati.

 

Saudaraku, mati dalam Tuhan bukanlah sebuah hal yang perlu untuk ditakutkan karena pada akhirnya semua manusia akan mengalaminya.  Kematian orang percaya bukanlah berarti “End Of The World” tetapi justru inilah awal dari kehidupan.  Manusia berdosa yang mati dalam Tuhan telah dikuduskan oleh Tuhan melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib.  Hargailah anugerah yang luarbiasa dari Tuhan.

 

Doa: Tuhan, tolong aku untuk bisa menikmati keindahan anugerah yang telah Tuhan berikan kepadaku ini.  Ajar aku untuk berani menghadapi kematian karena itu akan membuatku semkain serupa dengan-Mu. Amin.