Kebangkitan Tubuh = Penaklukkan Daging

by samuelyasa


42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.

1 Korintus 15: 35-58

Bagian ini dimulai dengan sebuah pertanyaan yang membuat rasul Paulus harus menjelaskan hal yang sangat prinsip mengenai kebangkitan tubuh.  Pertanyaannya adalah “Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?” Pertanyaan ini diajukan oleh orang-orang di kota Korintus. Mereka mempersoalkan tentang tubuh apa yang akan mereka kenakan pada waktu kebangkitan tubuh.  Dalam perikop ini rasul Paulus memulai dengan menjelaskan perbedaan perbedaan antara tubuh manusia dengan binatang serta membandingkan kemuliaan benda-benda penerang di angkasa.  Pernyataan di atas sangat menarik untuk disimak karena memberikan sebuah penjelasan yang sangat dalam tentang tubuh duniawi dan sorgawi.  Dikatakan “manusia ditabur dalam kebinasaan” maksudnya adalah manusia dilahirkan dari daging. Daging adalah dosa karena dosa Adam membuat semua manusia telah berdosa.  Manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa dan seharusnya mengalami penyiksaan kekal di api neraka.  Perjalanan hidupnya sebelum mengenal Tuhan adalah perjalanan hidup yang hanya berfokus pada kenyamanan diri dan pemuasan keinginan hati yang berdosa sehingga pantaslah manusia itu masuk dalam kebinasaan kekal.  Akan tetapi kematian dan kebangkitan Kristus mengubahkan semuanya itu.  Orang yang mati dalam Tuhan akan mengalami kebangkitan dalam Tuhan. Orang yang sebelumnya akan mati dalam kebinasaan sekarang berubah menjadi seorang yang akan hidup dalam ketidakbinasaan.  Orang yang dulunya hanya memikurkan tentang diri sendiri sekarang menjadi orang yang memikirkan tentang apa yang diinginkan oleh Tuhan.

 

Saudaraku, inilah yang sebenarnya menjadi sebuah penghiburan bagi kita semua.  Manusia yang berdosa ini mendapatkan anugerah yang tak ternilai.  Dari kebinasaan Tuhan mengangkat kita dan memberikan kepada kita anugerah untuk hidup dalam kekekalan. Menjadi manusia yang mengalami hidup dan yang akan memuliakan Tuhan.

 

Doa: Tuhan, terima kasih untuk anugerah-Mu ini.  ajarlah aku untuk terus hidup dengan setia di hadapan-Mu dan menjadi pribadi yang senantiasa memuliakan nama-Mu.  Amin.                                                               Jho