Kemengan Kristus -> Kemengangan Kita?

by samuelyasa


15:32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati”. 33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. 34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.                                                   (1 Korintus)

Kemarin telah kita singgung tentang perjuangan Paulus untuk menandaskan kembali perihal kebangkitan Kristus dan kebangkitan orang mati, bahwa sesungguhnya hal ini teramat sangat krusial. Ia menggambarkan bahwa ia telah melakukan kesia-siaan bila ia berjuang hanya demi melawan binatang buas di Efesus. Dan jauh lebih baik ia makan, minum dan bersenang-senang saja sambil menunggu kematian yang menjemputnya. Karena setelah itu (kematian) tidak ada sesuatu yang terjadi dalam hidup manusia.

Dengan kata lain, Paulus telah melakukan segala sesuatu bahkan hal yang mengancam nyawanya hanya untuk Kristus dan memberitakan kematian dan kebangkitan-Nya, juga kepada orang-2 Korintus yang di antara mereka ada yang tidak mengenal Allah. Sekali lagi ia ingin memberitakan kemenangan Kristus atas kuasa dosa dan maut.

Karena Kristus telah menang atas dosa dan maut, dan IA memberikan anugerah keselamatan bagi kita yang dipihnya, maka IA-pun menganugerahkan kuasa untuk menjadi anak-anak-Nya. Anak-anak yang telah dilepaskannya dari belenggu dosa yang mengikat.  Seharusnya sebagai anak-anak-Nya kitapun harus memiliki kehidupan yang berkemenangan atas pencobaan-pencobaan yang dapat menyeret kepada dosa. Di sinilah kita dengan pertolongan Tuhan harus mengerjakan anugerah keselamatan itu dengan baik. Kata kuncinya adalah taat terhadap pimpinan dan perintah Tuhan; setia dan berani membayar harga untuk mengiring Tuhan.

Paulus menuliskan Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Tatkala kita tergelincir maka oleh anugerah Tuhan dimungkinkan untuk datang bertobat dan menyadari dosa-2 namun kita tidak hidup di dalam dosa, melainkan berkemenangan atas dosa.        jp