Kebangkitan: Inti Berita

by samuelyasa


5:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? 13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. 15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus — padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. 18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.                                                                (1 Korintus)

 

Bila kita merenungkan lebih dalam tentang tulisan Paulus kepada Jemaat di Korintus ini, sesungguhnya ia menghadapi sebuah realita tentang adanya orang-2 yang tidak mempercayai kebangkitan orang mati, karena bila pendapat tidak ada kebangkitan itu diterima maka kebohongan Yesus yang tidak bangkit juga seharusnya diterima.

Paulus jelas ingin memerangi hal itu dan menandaskan kembali bahwa kebangkitan itu ada, baik itu kebangkitan orang mati juga demikian kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus bagi Paulus menempati posisi yang krusial dalam kekristenan, karena tanpa kebangkitan Kristus maka sia-sialah kepercayaan orang-2 Korintus; sia-sialah pemberitaan yg selama ini dilakukan karena ternyata Allah tidak pernah membangkitkan Kristus; sia-sialah orang yang mati dalam Kristus; berarti tidak ada penebusan dosa karena kamu semua masih hidup dalam dosa. Dengan demikian seharusnya kita sadar betapa pentingnya berita kebangkitan itu; sama pentingnya dengan berita kelahiran-Nya, kematian-Nya dan kedatangan-Nya yang kedua kali nanti.

Perenungan. Di ayat 12 Paulus mengatakan – ada di antara kamu. Mungkinkah hal ini masih terjadi dalam kekristenan pada masa kini, yakni orang-2 yang menyebut dirinya Kristen, bahkan mungkin melayani TUHAN namun sesungguhnya tidak mempercayai kebangkitan Kristus dan kebangkitan tubuh? Bagaimana mungkin ia memaknai kekristenan?  jp