Kristus, Imam Besar Kita

by samuelyasa


Ibrani 2:17

Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. (Ibr. 2:17)

Dalam PB, konsep Yesus sebagai Imam Besar hanya terdapat dalam kitab Ibrani saja. Dalam bagian yang kita renungkan bersama hari ini dikatakan bahwa Kristus menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Dalam PL, tugas imam besar adalah mempersembahkan korban pendamaian bagi dosa umatnya. Akan tetapi, sebelum imam besar itu mempersembahkan korban pendamaian, ia terlebuh dahulu harus mempersembahkan korban pendamaian bagi dirinya sendiri. (lihat di Imamat 16, di mana Harun mempersembahkan lembu jantan menjadi korban penghapus dosa bagi dirinya sendiri. Dengan demikian, Harun mengadakan pendamaian bagi dirinya sendiri).
Sebagai seorang Imam Besar, Kristus juga mengadakan pendamaian bagi dosa seluruh bangsa. Akan tetapi, bedanya dengan para imam besar yang lain adalah bahwa Kristus tidak perlu mengadakan pendamaian bagi diri-Nya sendiri karena sesungguhnya Ia tidak pernah berbuat dosa. Sebagai seorang Imam Besar, Kristus mendamaikan dosa seluruh bangsa. Dengan Kristus sebagai subjek, maka kata mendamaikan di sini mempunyai pengertian mengampuni. Dengan demikian, kata mendamaikan dosa seluruh bangsa dapat dimengerti dengan mengampuni dosa seluruh bangsa, yaitu: seluruh orang yang percaya pada-Nya.
Sebagai anak-anak Tuhan yang telah didamaikan dosanya dan diampuni pelanggarannya, sudahkah kita mengucap syukur atas hal ini? Sudahkah kita hidup dengan benar di hadapan Tuhan, dalam pengertian tidak lagi berkecimpung dan bermain-main dengan dosa lagi. Ingatlah, Kristus, sang Imam Besar kita telah mendamaikan dosa-dosa kita. Pengorbanan-Nya telah memulihkan kita. Marilah dalam minggu-minggu sengsara ini, kita sekali lagi berani datang ke hadapan Tuhan untuk menginstropeksi diri kita masing-masing. Kiranya Tuhan menolong kita.

Doa: Tuhan, bersyukur buat firman-Mu hari ini. Bersyukur buat pendamaian yang telah Kristus, sang Imam Besar sejati itu lakukan. Karena pendamaian itu membuat aku, manusia berdosa dapat berelasi kembali dengan Allah, pencipta langit dan bumi.