Persembahan Kristus, Diterima-Nya

by samuelyasa


Efesus 5:1-2

Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah. (Ef. 5:1-2)

Dalam perjalanan hidup kita mengikut Tuhan, sedikit atau banyak tidak dapat dilepaskan dengan apa yang dinamakan dengan persembahan. Ada yang dinamakan dengan persembahan rutin, perpuluhan, sulung, pembangunan, iman, diakonia, natal, paskah dan berbagai macam jenis persembahan yang lainnya. Sebagai anak Tuhan yang setia, saya yakin bahwa kita pasti memberikan persembahan yang terbaik dan kita ingin bahwa persembahan kita diterima dihadapan Tuhan, bukan? Pertanyaannya adalah bagaimana persembahan kita dapat diterima dan menyenangkan hati Tuhan? Melalui firman Tuhan yang telah kita baca hari ini, ada dua hal yang dapat kita renungkan. Pertama, menjadi penurut-penurut Allah. Kematian dan pengorbanan Kristus di atas kayu salib menunjukkan adanya ketaatan Kristus, yang menjadi utusan dari Allah Bapa, yang mengutus-Nya. Tanpa adanya hal ini, maka tidak mungkin pengorbanan dan persembahan Kristus dapat berkenan di hadapan Allah Bapa. Kedua, hidup di dalam kasih. Kasih adalah natur dari Allah dan juga kekristenan itu sendiri. Bagaimana kita, anak-anak Tuhan harus mengasihi, maka kita harus mengerti dan memiliki kasih dari Kristus, di mana Ia rela untuk mengorbankan diri-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Tanpa adanya kasih yang murni dan tulus tidak mungkin persembahan Kristus menjadi sesuatu yang berkenan di hadapan Allah. Jikalau boleh disimpulkan, maka boleh dikatakan bahwa kasih dan ketaatan merupakan satu paket yang menyebabkan penyerahan diri Kristus menjadi sebuah korban yang harum bagi Allah. Ketika hari ini, kita boleh sekali lagi mengenang akan kasih dan pengorbanan Kristus di atas kayu salib, sudahkah kita menjadi anak-anak Tuhan yang memberikan persembahan yang menyenangkan hati Tuhan? Atau malahan sebaliknya persembahan kita menyenangkan hati kita sendiri dan orang-orang lain? Sudahkah kita menjadi seperti Kristus yang memiliki ketaatan dan kasih dalam menyerahkan diri-Nya sebagai korban yang harum di hadapan Allah? Kiranya Tuhan menolong dan memampukan kita untuk mempersembahkan yang terbaik sebagaimana Kristus, Juruselamat kita telah melakukannya.

Doa: Bapa, bersyukur untuk firman-Mu hari ini. Ajarku seperti Kristus yang taat dan memiliki kasih yang tulus dan murni.