Kristus, Raja Yang Sejati

by samuelyasa


Matius 27:27-31

 

Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!” (Mat. 27:29)

 

Injil Matius dibuka dengan catatan silsilah mengenai keluarga dari Tuhan Yesus.  Silsilah yang dicatat oleh Matius dengan jelas ingin menekankan bahwa Yesus adalah Raja (lih. pada Matius 1:1 terdapat frasa “Kristus, anak Daud” dan Daud adalah raja terbesar dari kerajaan Israel.  Selain itu, dalam Matius 2:1-12, kita menjumpai bahwa orang-orang Majus dari Timur mencari raja orang Yahudi yang baru saja dilahirkan).

Dalam bagian yang kita pelajari dan renungkan hari ini, kita menjumpai bahwa frasa “raja orang Yahudi” digunakan untuk mengejek Tuhan Yesus.  Hal ini dapat dijumpai dari beberapa tindakan dari para serdadu wali negeri itu, seperti: menanggalkan pakaian, mengenakan jubah ungu, meletakkan sebuah mahkota duri di atas kepala-Nya, hingga meludahi-Nya.  Setelah itu, mereka membawa-Nya keluar untuk disalibkan.  Bukankah ini sebuah hal yang menyedihkan?  Ia, yang tidak pernah bersalah dan melakukan pelanggaran harus menanggung semua ini.  Bukankah seharusnya kita yang menerima semuanya itu?  Namun, semua ini ditimpakan kepada-Nya karena kasih-Nya kepada kita.

Melalui renungan hari ini, kita diingatkan sekali lagi mengenai penderitaan yang Kristus harus alami untuk menebus dosa kita.  Namun, pertanyaannya, “apakah dalam hidup kita, kita melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh para serdadu itu kepada-Nya?”  Mungkin kita berkata, “nggak mungkin-lah aku melakukan hal itu kepada Kristus, Juruselamatku!”  Namun, ketidaktaatan dan ketidaksetiaan kita dalam mengikut Dia menunjukkan bahwa kita sesungguhnya telah menghina, mengolok-olok dan mengejek Kristus?  Biarlah kita sekali lagi diingatkan untuk menjadi hamba-Nya yang taat dan setia dalam mengikut Kristus, sang Raja hidup kita.

Doa: Tuhan, terima kasih buat renungan firman-Mu hari ini.  Ampunilah kami, jika seringkali kami tidak taat dan setia dalam mengikut Kristus, Raja dalam hidup kami.  Kiranya Engkau perbaharui kami sekali lagi.