Pandanglah Salib-Nya

by samuelyasa


Yohanes 3:14-15; Bilangan 21:5-9

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. (Yoh. 3:14-15)

 

Bacaan kita hari ini (Yoh. 3:14-15) merupakan bagian penutup dari percakapan Tuhan Yesus dengan Nikodemus.  Pada bagian penutup ini, Tuhan Yesus menunjuk kepada kisah ular tembaga yang terdapat dalam Bilangan 21:5-9.  Kisah ini bermula ketika dalam perjalanan keliling mereka (bangsa Israel), mereka tidak dapat menahan hati mereka dan berkata-kata melawan hati Allah dan Musa.  Oleh karena itu, TUHAN menyuruh ular-ular tedung untuk memagut mereka dan hal ini menyebabkan banyak orang Israel mati.  Setelah kejadian ini, mereka menjadi sadar dan meminta kepada Musa supaya Musa berdoa kepada TUHAN untuk menjauhkan ular-ular tedung itu dari hadapan mereka.  Setelah Musa berdoa kepada TUHAN, ia diperintahkan oleh TUHAN untuk membuat ular tedung meletakkannya di sebuah tiang supaya mereka yang terpagut dan melihat itu tetap akan hidup dan Musa membuat ular tembaga.

Kisah ini dikutip oleh Tuhan Yesus karena bagi Nikodemus, yang adalah seorang Farisi (Yoh. 3:1), seorang yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari kitab suci dan seringkali harus menghafal seluruh kitab dalam PL; kisah mengenai ular tembaga ini merupakan kisah yang tidak asing lagi baginya.  Nikodemus tahu dengan pasti bahwa mereka yang memandang ular tembaga yang ditinggikan oleh Musa tidak akan mati.  Gambaran yang sama juga ingin disampaikan oleh Yesus mengenai kematian-Nya di atas kayu salib.  Sebagaimana ular tembaga itu ditinggikan dan orang yang terpagut tidak akan mati, maka sama halnya dengan Anak Manusia yang akan disalib harus ditinggikan supaya mereka yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Salib Kristus harus ditinggikan, karena melalui pengorbanan Anak Manusia, kita adalah orang yang berdosa diselamatkan.  Kita yang seharusnya menerima hukuman kekal, namun kita beroleh hidup yang kekal karena kita meninggikan salib-Nya.  Salib merupakan tempat perdamaian antara Allah dan manusia.  Sudah selayaknya kita meninggikan-Nya.

Doa: Tuhan Yesus, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di atas kayu salib bagiku.  Ajarku tuk selalu meninggikan salib-Mu dan memuliakan nama-Mu.