Sang Anak Domba Allah

by samuelyasa


Yohanes 1:29;  Keluaran 12

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan Ia berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:29)

Pada zaman PL, anak domba erat kaitannya dengan kurban. Dalam konteks Keluaran 12, dijumpai bahwa sebelum TUHAN membunuh semua anak sulung orang Mesir, TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun agar setiap jemaah Israel menyapu setiap ambang atas dan kedua tiang pintu rumah mereka dengan menggunakan darah anak domba yang telah disemblih. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya TUHAN melewati rumah mereka dan tidak mebiarkan pemusnah masuk untuk menulahi mereka. Pemaknaan yang sama juga kita dapati melalui bagian yang telah kita baca hari ini. Dalam sebuah kesempatan Yohanes, seorang yang dilahirkan dari keluarga imam dan yang memulai pelayanannya di lembah Yordan, melihat Yesus datang, ia berkata “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.” Sebutan “Anak Domba Allah” ini hanya muncul sebanyak dua kali dalam PB, yaitu di Yohanes 1:29, 36. Sebutan ini erat kaitannya dengan konsep anak domba dalam PL, di mana anak domba seringkali dikaitkan dengan kurban. Dengan demikian, tidak heran jika pemaknaan yang sama Yohanes berikan kepada Yesus, sang Anak Domba Allah. Jika demikian halnya, pemaknaan apa yang sama antara Kristus, sang Anak Domba Allah dengan anak domba dalam PL? Dengan melihat konteks dalam kitab Keluaran 12, maka pemaknaan yang sama terletak pada adanya darah yang dicurahkan. Jika dalam Keluaran 12, keselamatan didapatkan melalui adanya darah yang disapukan pada ambang atas dan kedua tiang pintu rumah setiap jemaah Israel, maka pengorbanan Kristus di atas kayu salib dengan mencurahkan darah akan menyelamatkan setiap orang berdosa. Dengan demikian, tidak heran jika Yohanes mengatakan bahwa Kristus, sang Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Melalui minggu sengsara ini, sekali lagi kita diingatkan mengenai pengorbanan Kristus bagi kita, orang-orang berdosa yang seharusnya binasa namun beroleh anugerah keselamatan dari-Nya. Bagi kita, Kristus, sang Anak Domba Allah itu datang. Supaya kita, orang yang percaya kepada-Nya tidak mendapatkan maut, melainkan sebaliknya kita boleh diselamatkan karena darah Anak Domba Allah telah dicurahkan bagi kita semua. Sudahkah kita bersyukur dan meresponi pengorbanan Kristus dengan melayani Dia?
Doa: Bapa, terima kasih untuk keselamatan yang telah Engkau berikan padaku. Ajarku untuk lebih dengan sungguh lagi untuk meresponi anugerah keselamatan yang telah kuterima.

Iklan